EQUATOR, KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan pentingnya kolaborasi dan gotong royong dalam menangani kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, bencana yang terjadi harus diatasi dengan kekompakan, bukan saling menyalahkan. Hal itu disampaikan Bupati Sujiwo saat bersama Gubernur Ria Norsan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Parit Haji Muksin II, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Selasa (01/09/2026). 

 

"Bukan waktunya lagi kita untuk saling menyalahkan. Yang mesti kita bangun adalah kolaborasi, gotong royong, kekompakan sesama instansi, pemprov, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, swasta, dan elemen masyarakat," kata Sujiwo.

 

Kepada Gubernur, Sujiwo melaporkan bahwa fokus Pemerintah Kabupaten Kubu Raya saat ini adalah menyelamatkan rakyat melalui upaya-upaya mitigasi. Menurutnya, keselamatan rakyat merupakan prioritas utama.

 

"Keselamatan rakyat itu adalah hukum tertinggi. Perda, undang-undang, apalagi cuma peraturan bupati, itu gugur semua oleh prinsip keselamatan rakyat," tegasnya.

 

Ia mengungkapkan salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah kabupaten adalah mendistribusikan air bersih dan air minum ke lokasi-lokasi terdampak. Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya menjaga kondisi para petugas maupun relawan pemadam api, baik dari unsur pemerintah, swasta, maupun elemen masyarakat.

 

"Dinas Kesehatan mempunyai kewajiban untuk melakukan cek kesehatan secara berkala, secara rutin. Jangan sampai relawan-relawan kita tumbang," katanya.

 

Ia juga telah meminta Kepala Pelaksana BPBD untuk menyiapkan makanan, nutrisi, dan suplemen tambahan bagi petugas di lapangan.  

 

"Tujuannya supaya teman-teman petugas dan relawan baik TNI, Polri, swasta, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat betul-betul prima sehingga bisa melaksanakan kewajibannya dengan baik," jelasnya.

 

Mengenai kondisi di lapangan, Sujiwo menyebut sejumlah titik api di wilayah Kubu Raya sudah dapat dikendalikan. Namun, dirinya menyebut asap masih bisa datang dari daerah lain tergantung arah angin. 

 

"Tetapi sekali lagi kita tidak menyalahkan dari daerah manapun. Tugas kita itu melakukan mitigasi dan memaksimalkan upaya-upaya kita saja. Dan yang paling penting, situasi seperti ini kita sama-sama berdoa. Dengan kekuasaan Allah mudah-mudahan hujan segera turun. Hujan turun, maka akan teratasi semua," ucapnya.

 

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengimbau semua untuk tidak melakukan aktivitas membakar khususnya selama musim kemarau. Sebab, dampaknya sudah dirasakan bersama. 

"Semua saya imbau," kata Ria Norsan. (sya)