EQUATOR, KETAPANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang bersama ribuan masyarakat Ketapang menggelar Salat Istisqa di halaman Masjid Al-Ikhlas, Kamis (27/08/2026).
Istisqa dilaksanakan sebagai usaha untuk memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT di tengah kondisi kemarau dan kekeringan yang terjadi di Ketapang.
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan MUI tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama masyarakat, dan pemerintah daerah memohon rahmat, keselamatan, serta turunnya hujan.
“Kita bersama-sama berikhtiar dan berdoa memohon kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan hujan, keselamatan, serta kemudahan dalam menghadapi musim kemarau," kata Alexander.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua MUI Kabupaten Ketapang, jajaran ulama, dan Pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan.
"Upaya menghadapi musim kemarau dan mencegah Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat maupun petugas di lapangan. Peran seluruh elemen masyarakat sangat penting," ungkapnya.
Menurutnya, pelaksanaan Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar batin yang dilakukan bersama setelah kondisi kemarau panjang mulai berdampak terhadap ketersediaan air, serta meningkatkan potensi Karhutla.
"Ini juga menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, ulama, aparat keamanan, organisasi keagamaan, pengurus masjid, dan masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau sekarang," timpalnya.
Ia menambahkan, pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, semua membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran.
"Saya berharap, semoga melalui ikhtiar kita bersama, musim kemarau yang berlangsung saat ini dapat segera berakhir, sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan di Ketapang dapat diminimalisir," tambahnya. (dul)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar