EQUATOR KETAPANG - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo kembali turun tangan memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kawasan Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Rabu (26/08/2026). 

 

Dalam penanganan di lapangan, Bupati didampingi Kalak BPBD, Kepala Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, para Nakes, Camat Muara Pawan, Kepala Desa Sungai Awan Kanan beserta jajaran Forkopimcam Muara Pawan.

 

"Saya Bupati Ketapang ikut turun langsung memadamkan kobaran api bersama para petugas dan relawan, menyatukan langkah dengan mereka yang sejak awal berada di garis depan perjuangan," kata Bupati. 

 

Menurut Alex, panas tidak mengenal jabatan. Asap tidak membedakan pangkat. Semua berdiri dalam satu barisan dengan tujuan yang sama, yakni memadamkan api, mencegah meluas, serta melindungi masyarakat dan lingkungan.

 

"Di sini kita melihat bahwa perjuangan melawan Karhutla bukan hanya tentang air yang disemprotkan. Tapi juga tentang keteguhan hati, keberanian, kesabaran, dan kesediaan untuk saling menjaga," ungkap Alex.

 

Selain ikut memegang selang pemadam api, di tengah perjuangan tersebut, Alex turut menyerahkan dukungan bagi para petugas dan relawan berupa susu murni, air minum elektrolit, vitamin C dan air mineral.

 

"Mungkin bantuan itu sederhana jika dibandingkan dengan besarnya perjuangan mereka. Namun di tengah panas dan lelah, sebuah perhatian kecil dapat menjadi penguat," ujarnya. 

 

Dia memastikan kehadiran dirinya bersama jajaran di lokasi Karhutla bukan sekadar kunjungan lapangan. Melainkan membawa pesan, bahwa pemerintah harus hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan. 

 

"Hadir bukan hanya untuk melihat dan memberikan instruksi. Tetapi hadir untuk ikut merasakan panasnya medan, melihat langsung kondisi para petugas, mendengar persoalan, dan bila diperlukan, turun bersama melakukan pekerjaan yang sama," jelasnya. 

 

Pada kesempatan itu, ia turut mengajak seluruh masyarakat menjaga lingkungan. Salah satunya jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. 

 

"Jangan menganggap remeh kecil api yang kita nyalakan. Kita tidak pernah tahu seberapa jauh dampaknya ketika kehilangan kendali. Pada akhirnya, Ketapang bukan hanya tempat kita tinggal. Ketapang adalah rumah yang menjadi tanggung jawab bersama," tambahnya. (lim)