EQUATOR, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa pelantikan jabatan bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Hal tersebut disampaikannya saat pelantikan dan pengambilan sumpah janji Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, di Aula Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (25/09/2026).
"Jabatan yang saudara-saudari terima adalah amanah, bukan suatu penghargaan. Jabatan adalah tanggung jawab, bukan fasilitas, dan jabatan harus dibuktikan dengan kinerja," tegas Sujiwo di hadapan para pejabat yang baru dilantik.
Sujiwo mengatakan, saat ini masyarakat membutuhkan pemerintah yang hadir cepat dan bekerja secara nyata. Berbagai persoalan daerah masih menjadi pekerjaan rumah bersama, mulai dari bencana kekeringan, kabut asap, persoalan pendidikan, kesehatan, hingga persoalan air bersih.
"Tetapi yakin dan percaya, ketika kita mempunyai niat, ketika kita mau bekerja keras dan berkolaborasi, persoalan rakyat itu akan dapat kita jawab bersama-sama," ujarnya.
Menurutnya, di kondisi saat ini dirinya tidak membutuhkan pejabat yang hanya pandai bicara. Ia membutuhkan pejabat yang mau bekerja, mampu bekerja, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan.
Pada kesempatan itu, Sujiwo menekankan lima hal utama yang wajib menjadi pegangan pejabat.
Sujiwo menyebut disiplin adalah kunci utama. Pejabat harus menjadi contoh dalam disiplin, bukan justru menjadi orang pertama yang melanggar.
"Jangan bicara kinerja kalau disiplin tidak ada. Datang tepat waktu, pulang sesuai ketentuan, laksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, patuhi aturan. Jangan menunggu diperintah untuk mengerjakan sesuatu yang memang menjadi tanggung jawab," katanya.
Ia mengingatkan bahwa ketika seseorang menerima jabatan, maka ia telah menerima tanggung jawab. Karena itu jangan mencari jabatan kalau tidak siap memikul tanggung jawab.
"Jangan melempar persoalan ke bawahan. Jangan saling menyalahkan. Kalau ada persoalan, selesaikan bersama-sama. Itu namanya kolaborasi. Kalau ada kendala, koordinasikan. Kalau ada pekerjaan yang belum selesai, kejar dan tuntaskan," tegasnya.
Sujiwo meminta setiap pejabat memiliki target yang jelas. Apa yang dikerjakan, apa yang sudah diselesaikan, apa hasilnya, dan apa manfaatnya bagi masyarakat.
"Jangan sampai kegiatan hanya habis di rapat, habis di perjalanan dinas. Tetapi tidak ada eksekusi. Sekali lagi kita ini eksekutif, kita ini eksekutor yang harus mengeksekusi semua kebijakan demi kesejahteraan rakyat. Masyarakat tidak membutuhkan banyak laporan, masyarakat membutuhkan hasil," ucapnya.
Sujiwo mengingatkan bahwa hakikat ASN dan pejabat adalah pelayan rakyat.
"Ingat, kita ini adalah pelayan. Babu, asisten. Asisten siapa? Rakyat. Rakyat adalah raja kita, majikan kita. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Jangan mempersulit masyarakat. Jangan membuat masyarakat bolak-balik untuk mengurus administrasi. Jangan biarkan masyarakat menunggu tanpa kepastian. Kalau bisa dipermudah jangan dipersulit, kalau bisa dipercepat jangan diperlambat," ujarnya.
Ia meminta seluruh pejabat menjaga integritas, tidak menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi, dan tidak bermain-main dengan anggaran.
"Jangan merasa bahwa jabatan membuat saudara kebal terhadap aturan. Semakin tinggi jabatan, semakin besar tanggung jawab dan tuntutan untuk memberikan keteladanan," kata Sujiwo.
Pada kesempatan tersebut, Sujiwo juga meminta agar tidak ada kegamangan dalam mengeksekusi program. Selama bekerja patuh pada aturan, tidak ada fiktif, tidak ada manipulasi data, rekayasa dan mark-up anggaran, ia berjanji akan menjadi pagar dan benteng bagi pejabat.
"Ini ada Bapak Kajari, ada Bapak Kapolres. Selama saudara patuh aturan, Insya Allah selamat. Saya akan menjadi orang tua yang baik untuk kalian. Saya akan pertaruhkan jabatan saya kalau kalian benar tapi disentuh orang. Saya akan menjadi pagar yang kuat supaya tidak ada kegagapan ketika mengeksekusi program," tegasnya.
Sujiwo juga menyinggung visi daerah Melaju yang dimaknainya sebagai kecepatan tinggi, sehingga harus linier dengan kerja birokrasi yang cepat dan responsif.
Terkait kesejahteraan ASN, Sujiwo menyampaikan komitmennya untuk tetap memberikan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) 100 persen di tahun depan, meski kondisi fiskal daerah terbatas. Nilai TPP tersebut kurang lebih Rp 98 miliar.
Ia mengaku akan berupaya mencari anggaran 4 hingga 5 kali lipat dari nilai tersebut dengan "ngamen" program ke pemerintah pusat.
"Apapun resikonya saya akan berikan 100 persen TPP sebagai apresiasi karena kinerja ASN sudah ada perbaikan di semua bidang. Saya hari Senin akan berangkat ke Jakarta, ketemu Pak Lasarus, pakar-pakar di kementerian untuk membawa program untuk Kubu Raya," ujarnya.
Di akhir sambutan, Sujiwo berpesan agar birokrasi Kubu Raya menjadi birokrasi yang disiplin, profesional, solid, responsif, dan berorientasi pada hasil. Ia meminta pejabat bekerja dengan hati dan keikhlasan.
"Negara sudah melaksanakan kewajibannya dengan baik, gaji tidak pernah telat. Maka kita juga harus melaksanakan kewajiban kita dengan baik untuk memenuhi hak negara, yaitu kinerja. Persembahkan kinerja kalian kepada negara, bukan untuk saya," pungkasnya.
Ia menegaskan akan melakukan penilaian dan evaluasi secara berkala. Mutasi dan rotasi akan terus dilakukan sebagai hal yang positif untuk penyegaran dan penambahan pengalaman, bukan sebagai hukuman.
"Saya berharap saudara-saudari yang hari ini dilantik mampu membawa semangat baru, bekerja lebih cepat, lebih disiplin, dan lebih bertanggung jawab. Mari kita bangun birokrasi Kubu Raya yang benar-benar bekerja, bukan sekadar bekerja karena diperintah, tetapi bekerja karena sadar itu adalah tanggung jawab, kewajiban, dan amanah," tutup Sujiwo. (sya)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar