EQUATOR, KUBU RAYA — Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat turut menjadi perhatian dalam pembangunan GI 150 kV Ambawang dan Inc. 2 Phi Siantan–Tayan.
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) bersama Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat 1 (UPP KLB 1) dan Unit Pelaksana Manajemen Konstruksi II (PUSMANPRO UPMK II) PSO Kalimantan Barat terus mengawal pelaksanaan pekerjaan dengan tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan personel di tengah kondisi tersebut.
Sebagai langkah perlindungan, seluruh personel menggunakan masker selama beraktivitas di lapangan, disertai pemantauan kualitas udara, pemeriksaan kesehatan secara berkala termasuk pengecekan tekanan darah, serta penyediaan air minum. Langkah tersebut diterapkan agar aktivitas konstruksi dapat tetap berlangsung secara aman dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kesehatan tiap individu.
Penerapan langkah perlindungan tersebut turut menjadi perhatian General Manager PLN UIP KLB, Susilo, bersama jajaran manajemen saat meninjau pembangunan GI 150 kV Ambawang dan Inc. 2 Phi Siantan–Tayan pada Rabu, 16 September 2026. Selain memantau perkembangan pekerjaan, manajemen memastikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja tetap diterapkan sebagai bagian dari pengendalian proyek di tengah kondisi kabut asap.
Manager PLN UPP KLB 1, Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor yang terus dipantau dalam pelaksanaan aktivitas konstruksi.
“Di tengah kondisi kabut asap, kesehatan dan keselamatan personel menjadi perhatian dalam pelaksanaan pekerjaan. Penggunaan masker, pemantauan kualitas udara, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta ketersediaan air minum terus kami pastikan di lapangan agar pekerjaan dapat tetap dilaksanakan secara aman sesuai kondisi yang ada,” ujar Iqbal.
Pembangunan GI 150 kV Ambawang dan Inc. 2 Phi Siantan–Tayan memiliki peran penting dalam mendukung penguatan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat. Karena itu, kesinambungan setiap tahapan pembangunan terus dikawal dengan tetap mempertimbangkan berbagai dinamika di lapangan, termasuk kondisi lingkungan akibat karhutla.
General Manager PLN UIP KLB, Susilo, menegaskan bahwa keberlangsungan pembangunan harus berjalan beriringan dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.
“Pembangunan GI 150 kV Ambawang dan Inc. 2 Phi Siantan–Tayan terus kami kawal sesuai tahapan pelaksanaannya karena infrastruktur ini nantinya memiliki peran dalam mendukung keandalan sistem kelistrikan. Namun, dalam kondisi karhutla seperti saat ini, kesehatan dan keselamatan pekerja tetap menjadi perhatian utama. Setiap aktivitas harus dilaksanakan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan,” ungkap Susilo.
Melalui pemantauan kondisi lingkungan dan penerapan langkah perlindungan bagi pekerja, PLN UIP KLB bersama UPP KLB 1 terus menjaga agar pembangunan GI 150 kV Ambawang dan Inc. 2 Phi Siantan–Tayan berjalan secara aman dan terkendali sesuai tahapan pelaksanaan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal dengan tetap menjaga keselamatan dan kesehatan personel dalam setiap proses pembangunannya. (m@nk)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar