EQUATOR, KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwo melantik dan mengambil sumpah/janji tiga pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) dan mengukuhkan satu pejabat pimpinan tinggi pratama serta 14 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Selasa (26/05/2026), di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya. 

 

Tiga pejabat eselon II yang dilantik yakni Asisten Pemerintahan dan Kesra Gusti Maulana, Asisten Administrasi dan Umum Putri Novita, dan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Indah Yuli Astuti. Sementara pejabat eselon II yang dikukuhkan adalah Nurmarini sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

 

Bupati Sujiwo menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang telah dilantik. Ia menegaskan bahwa posisi yang diemban saat ini bukan sekadar jabatan administratif, melainkan sebuah amanah besar dari Tuhan Yang Mahakuasa, negara, dan masyarakat.

 

"Pertama, selamat menjalankan amanah dari Tuhan Yang Mahakuasa, dari Allah. Kemudian, selamat menjalankan kepercayaan yang diberikan oleh rakyat dan negara. Pegang teguh sumpah jabatan tersebut, karena sejatinya tanggung jawab ini akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah," tegas Sujiwo mengingatkan.

 

Sujiwo mengatakan dirinya tidak meragukan kompetensi teknis para pejabat yang dilantik. Menurutnya, dengan latar belakang pendidikan, pengalaman, dan berbagai pendidikan dan pelatihan yang telah ditempuh, para pejabat tersebut sudah sangat memahami seluk-beluk birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Oleh karena itu, fokus utama yang ia dorong adalah penanaman jiwa pengabdian yang tinggi.

 

"Saya tidak mengulas lagi tentang keilmuan atau tata cara birokrasi, karena mereka sudah sangat paham. Yang saya bangun adalah bagaimana mereka mempunyai jiwa pengabdian. Karena sepintar apa pun seseorang, jika minim jiwa pengabdian, maka ilmu itu tidak akan banyak manfaatnya," ujarnya.

 

Lebih lanjut, Sujiwo mengingatkan jajarannya bahwa tugas utama seorang pejabat adalah menjadi pelayan bagi masyarakat. Menurutnya, rakyat adalah "tuan" yang harus diberikan pelayanan terbaik tanpa terkecuali.

 

"Kita ini adalah pelayan rakyat, pelayan masyarakat, pelayan publik. Tugas kita memang melayani, suka tidak suka. Menyelesaikan persoalan-persoalan rakyat melalui kolaborasi dan kerja sama adalah bagian dari pelayanan. Baik itu di sektor pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur, semuanya harus difokuskan untuk kemaslahatan rakyat," pungkasnya. (sya)