EQUATOR, KETAPANG - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite beberapa hari belakangan di Ketapang mendapat respon langsung Bupati Ketapang, Alexander Wilyo. 

 

Guna mencari akar persoalan, Bupati menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengelola seluruh SPBU dan para pihak terkait.

 

Bupati Alex mengatakan, persoalan yang terjadi bukan karena pasokan Pertalite tidak tersedia. Melainkan antrean kendaraan di SPBU yang sangat panjang hingga menyulitkan masyarakat memperoleh BBM. 

 

Di lain sisi, sharga Pertalite yang dijual secara eceran juga dilaporkan melonjak jauh di atas harga normal.

 

"Hari ini saya akan menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda. Kami juga memanggil pihak terkait, Hiswana Migas da serta seluruh pengelola SPBU yang ada di Ketapang," kata Alex, Senin (13/7/2026). 

 

Dia menegaskan, pertemuan tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. Sekaligus mengidentifikasi penyebab terjadinya antrean panjang di sejumlah SPBU.

 

"Kita akan cari tahu apa yang sebenarnya terjadi di lapangan dan apa penyebabnya," ujarnya.

 

Ia memastikan, apabila ditemukan indikasi adanya praktik penimbunan BBM oleh oknum tertentu, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum akan menindaklanjuti sesuai ketentuan. 

 

"Jika memang ada indikasi penimbunan, tentu akan kita telusuri. Ada konsekuensi hukum sesuai aturan. Karena itu Pak Kapolres juga akan kita undang dalam rapat ini," tegasnya.

 

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang tidak akan tinggal diam menghadapi persoalan tersebut.

 

Dirinya mengaku memahami keresahan masyarakat yang kesulitan mendapatkan Pertalite dan menegaskan seluruh pemangku kepentingan akan dilibatkan untuk mencari solusi secepatnya.

 

"Saya memahami apa yang dirasakan masyarakat. Karena itu kami bersama Forkopimda dan seluruh stakeholder akan mengambil langkah-langkah untuk mencari solusi," timpalnya. (dul)