EQUATOR, KAYONG UTARA – Penantian selama satu dekade akhirnya berbuah manis. Kabupaten Kubu Raya meraih gelar juara umum MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada MTQ XXXIV yang berlangsung di Kabupaten Kayong Utara, 1–8 Agustus 2026. Gelar tersebut sekaligus mengembalikan Kubu Raya ke puncak setelah terakhir kali meraihnya pada 2016.
Kepastian Kubu Raya sebagai juara umum diumumkan pada malam penutupan MTQ XXXIV di Panggung Utama MTQ, Selasar Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (08/08/2026) malam.
Piala juara umum diterima langsung oleh Bupati Kubu Raya Sujiwo, didampingi Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam. Piala tersebut diserahkan oleh Staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia mewakili Gubernur Kalimantan Barat.
Dalam klasemen akhir MTQ XXXIV Kalimantan Barat, Kubu Raya menempati posisi pertama. Kabupaten Mempawah berada di peringkat kedua, disusul Kota Pontianak di posisi ketiga. Kabupaten Sambas menempati urutan keempat, tuan rumah Kayong Utara di peringkat kelima, dan Kabupaten Ketapang di posisi keenam.
Bagi Bupati Kubu Raya Sujiwo, kemenangan tersebut bukan sekadar pencapaian di arena perlombaan. Ada rasa haru dan bahagia yang dirasakan bersama jajaran pemerintah daerah serta masyarakat Kubu Raya.
“Yang pertama, tentunya saya sebagai Bupati bersama jajaran dan seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya penuh haru dan bahagia,” ujar Sujiwo seusai penutupan MTQ XXXIV.
Sujiwo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan mengantarkan Kubu Raya kembali ke puncak. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan banyak pihak.
“Khususnya saya bersama seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tak terhingga, terutama kepada qori dan qariah, seluruh kafilah, kemudian tim seleksi, kemudian LPTQ, dan semua pihak yang turut berperan menghantarkan Kubu Raya yang pada akhirnya selama kurang lebih 10 tahun kita bisa menjadi juara umum,” katanya.
Menariknya, Sujiwo mengaku sejak awal tidak memasang target juara umum kepada kafilah Kubu Raya. Ia memilih menyerahkan hasil akhir kepada Allah SWT setelah seluruh ikhtiar dilakukan.
“Saya tidak pasang target. Saya berpasrah dan tawakal. Ternyata ketika kita berpasrah diri, kemudian tidak pasang target, ini yang membuat mungkin anak-anak kita (kafilah) juga tidak mempunyai beban,” tuturnya.
Menurut Sujiwo, sikap tersebut membuat para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan lebih lepas tanpa tekanan berlebihan. Ikhtiar dilakukan sebaik mungkin, sementara hasil akhirnya diserahkan kepada Allah SWT.
“Selain memang ini qadarullah, takdirnya Allah, tetapi pasti adalah ikhtiar. Makanya kemarin saya tidak pasang target. Ada titik kepasrahan. Kita yakin ketika kita sudah ikhtiar maksimal, kemudian kita serahkan kepada yang di atas, dan ini takdirnya kita dijadikan juara,” katanya.
Namun, bagi Sujiwo, gelar juara umum tidak seharusnya berhenti sebagai sebuah trofi. Lebih dari itu, kemenangan di arena MTQ harus menjadi pengingat untuk terus menghadirkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan masyarakat.
“Hal yang terpenting adalah bagaimana juara yang hakiki dan sejati adalah ketika nanti di Kubu Raya itu nilai dan norma Alquran dapat kita pengejawantahkan, kita hayati, kemudian kita amalkan bersama dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, kemenangan tersebut juga membawa tanggung jawab untuk memperkuat pembinaan Alquran di Kubu Raya. Prestasi para kafilah diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya generasi yang tidak hanya unggul dalam perlombaan, tetapi juga mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
MTQ XXXV tingkat Provinsi Kalimantan Barat selanjutnya akan digelar pada 2027 dengan Kota Pontianak sebagai tuan rumah.
Setelah sepuluh tahun menanti, Kubu Raya akhirnya kembali ke puncak. Kini, gelar tersebut bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga menjadi amanah untuk terus memperkuat pembinaan Alquran dan menjaga semangat berprestasi di masa mendatang. (sya)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar