EQUATOR, KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan pesan penting untuk kafilah MTQ Kabupaten Kubu Raya setelah sukses menjadi juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara. Sujiwo mengingatkan semua pihak agar tidak larut dalam euforia. 

 

“Tantangan terbesar justru ada di upaya mempertahankan gelar dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya saat menyambut kafilah di Kantor Bupati Kubu Raya, Minggu (09/08/2026).

 

Sujiwo menekankan bahwa pengamalan nilai-nilai qur’ani sejatinya jauh lebih penting daripada sekadar gelar juara. Sehingga, prestasi yang diraih tidak saja harus dipertahankan, tetapi wajib diiringi dengan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan terhadap nilai Quran dan hadis.

 

"Bahagia pasti, bangga pasti. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama mendorong dan memotivasi agar nilai-nilai yang terkandung di dalam Alquran dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

 

Lebih lanjut Sujiwo memastikan akan memberi penghargaan kepada kafilah. Bagi qari dan qariah penyumbang medali emas, pemerintah kabupaten akan memberikan hadiah paket ibadah umrah. Penerima juga diberi opsi menerima uang pembinaan.

 

"Insyaallah khusus untuk umrah kita tidak akan menggunakan APBD. Saya akan menggalang gotong royong," terang Sujiwo.

 

Adapun bagi juara dua dan tiga, pemerintah daerah menyiapkan hadiah berupa paket wisata religi. Rencananya peserta akan diajak berkunjung ke sejumlah destinasi wisata religi di Provinsi Jawa Timur.

 

"Nanti Pak Sekda, dihitung juga untuk memberikan ucapan terima kasih dan bonus untuk anak-anak kita," tambahnya.

 

"Mudah-mudahan ganjaran dan apresiasi ini menambah semangat. Saya serahkan sepenuhnya kepada LPTQ dan para pelatih bagaimana mempertahankan prestasi ini dapat kita lakukan," imbuhnya.

 

Terkait penyelenggaraan MTQ berikutnya di Kota Pontianak, Sujiwo berharap LPTQ Provinsi dapat terus konsisten melaksanakan kompetisi secara profesional. Lebih jauh ia mengungkapkan telah berdiskusi dengan para kepala daerah lain mengenai wacana agar MTQ digelar dua tahun sekali. Tujuannya agar gaung MTQ lebih terasa dan persiapan lebih matang baik dari sisi peserta maupun tuan rumah penyelenggara. 

 

"Teman-teman kepala daerah ada keinginan agar bisa dilaksanakan dua tahun sekali. Supaya gaungnya lebih terasa. Mudah-mudahan itu dapat dipertimbangkan," ujarnya. (sya)