EQUATOR, KUBU RAYA – Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, mendorong Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kubu Raya menyusun program kerja yang terencana, terukur, dan terstruktur. Program itu mencakup jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

 

Hal itu disampaikannya usai membuka Rapat Kerja FKUB Kubu Raya Tahun 2026 di Ruang Rapat Wakil Bupati Kubu Raya, Selasa (18/08/2026).

 

“Rapat kerja ini akan terencana, terukur dan terstruktur programnya. Terutama program jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang. Apalagi dengan kondisi seperti ini tentu peran FKUB itu sangat kami harapkan,” katanya.

 

Pria karib disapa Sukir ini menekankan peran enam agama yang tergabung dalam FKUB sangat penting untuk menjaga harmonisasi. Baik harmonisasi dalam kegiatan, maupun dukungan kepada umat masing-masing.

 

“Artinya peran dari enam agama ini untuk harmonisasi, baik harmonisasi dalam kegiatan, harmonisasi dalam memberikan dukungan kepada agama masing-masing. Ini tentu di dalam rapat kerja inilah dibahas dan direncanakan,” ujarnya.

 

Sukir berharap kepengurusan FKUB Kubu Raya yang baru dilantik dapat membawa perubahan baik dan menjawab harapan masyarakat Kubu Raya.

 

Senada, Ketua FKUB Kubu Raya, Ahmad Sudi, mengatakan rapat kerja menjadi momentum untuk melakukan pemetaan wilayah. FKUB akan memprioritaskan kecamatan yang memiliki dinamika kerukunan lebih tinggi.

 

“Tentu saya sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Kubu Raya sekarang ini sedang melaksanakan rapat kerja dan barusan dibuka oleh Bapak Wakil. Insyaallah apa yang nanti kami lakukan itu tentu akan ada pemetaan. Mungkin kita akan bikin program kemudian ada pemetaan,” ucap Ahmad Sudi.

 

“Di mana nanti yang kami akan sering turun di kecamatan-kecamatan. Karena tidak semua kecamatan ini dinamikanya yang sebegitu bergejolak. Mesti juga kami akan memprioritaskan yang terjadi dinamika yang mesti lebih dibandingkan dengan yang belum,” lanjutnya.

 

Ahmad Sudi menyebut modal utama FKUB adalah kekompakan pengurus. Ia juga menegaskan seluruh program akan dikoordinasikan dengan pembina dan penasehat agar berjalan sesuai arah.

 

“Apapun yang kami lakukan adalah mesti nanti ada koordinasi dengan Bapak-Bapak yang di atas. Dalam hal ini Bapak pembina dengan juga penasehat. Sehingga nanti berjalannya ini mudah-mudahan insyaallah,” katanya.

 

Sebagai ketua, ia berkomitmen berdiri di atas semua golongan dan mengajak seluruh anggota menghindari kepentingan pribadi maupun kelompok.

 

“Satu hal lagi, saya sebagai ketuanya harus berdiri tegak di atas semua golongan. Tak mungkin kalau saya miring kepada salah satu golongan akan menyelesaikan masalah. Dan itu penting bagi saya,”katanya.

 

Ia juga berpesan kepada anggotanya untuk menghindari kepentingan-kepentingan pribadi, kelompok maupun apapun. 

 

“Tetapi kita semuanya adalah satu misi perdamaian. Keharmonisan dan kerukunan antara umat beragama. Insyaallah bisa,” tegasnya. (sya)