EQUATOR, KUBU RAYA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam menyambut kunjungan kerja DPRD Kabupaten Sambas di Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (19/08/2026). Dua tema menjadi topik utama dalam pertemuan tersebut, yakni mengenai pengelolaan barang milik daerah dan pengelolaan keuangan daerah. Sekda Yusran mengatakan pengelolaan aset merupakan salah satu area yang mendapat perhatian serius termasuk dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Persoalan aset memiliki kompleksitas tersendiri karena tidak hanya berkaitan dengan administrasi dan pertanggungjawaban, tetapi juga menyangkut pemanfaatan, pengamanan, serta status kepemilikan aset,” tuturnya.
Ia menjelaskan, berbeda dengan pengelolaan keuangan daerah yang selesai pada dokumen surat pertanggungjawaban atau SPJ, pengelolaan barang milik daerah lebih kompleks. Di mana setelah SPJ selesai, masih ada persoalan terkait tujuan pemanfaatan, pengamanan, hingga status aset. Termasuk di Kubu Raya, ungkapnya, masih ada sejumlah tantangan dalam pengelolaan aset. Di antaranya aset sekolah dan puskesmas yang belum seluruhnya memiliki sertifikat.
“Di Kubu Raya sendiri masih banyak persoalan aset, terutama aset sekolah dan puskesmas. Ada yang ditutup kembali oleh ahli waris karena alasannya aset tersebut belum disertifikatkan,” sebutnya.
Karena itu, selain penataan administrasi dan legalitas, Yusran menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mendorong digitalisasi pengelolaan aset. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan ketertiban, transparansi, dan kemudahan dalam memantau aset milik daerah. Di sisi lain, pemerintah kabupaten juga melakukan pemindahan dan penghapusan aset yang sudah tidak optimal dimanfaatkan. Salah satunya melalui mekanisme lelang. Menurut Yusran, lelang aset tetap perlu dilakukan meskipun hasilnya terkadang tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
“Lelang aset itu tidak selalu bicara soal keuntungan. Pernah biaya lelang kita sekitar Rp10 juta, sementara hasil penjualannya hanya Rp6 juta. Tetapi tetap harus dilakukan supaya aset tersebut tidak terus menjadi beban pemerintah daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yusran menerangkan bahwa arah kebijakan Bupati Kubu Raya saat ini tidak hanya menertibkan aset, tetapi juga mengoptimalkan aset agar memberikan manfaat dan kontribusi bagi masyarakat maupun daerah.
“Pak Bupati mengarahkan kami untuk lebih agresif terhadap aset. Bukan hanya aset yang sudah bagus, tetapi aset yang ada harus kita lihat bagaimana bisa dimanfaatkan dan dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Ia mencontohkan pemanfaatan badan pesawat milik Angkasa Pura yang ditata menjadi bagian dari kawasan usaha masyarakat, yakni di Taman Dirgantara (tugu pesawat). Penataan tersebut mampu menghidupkan aktivitas UMKM sekaligus memberikan kontribusi melalui retribusi parkir. Contoh lainnya Dermaga Rasau Jaya yang kini dikembangkan menjadi ruang publik bernama Dermaraja. Penataan kawasan tersebut membuat masyarakat memiliki ruang untuk menikmati panorama matahari terbenam sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM.
“Dermaga itu sekarang sudah menjadi ruang publik yang menarik. Orang datang sore-sore untuk melihat sunset. Dalam dua bulan ini sudah mulai memberikan PAD dari retribusi parkir, baik parkir inap maupun parkir masuk,” katanya.
Yusran menyebut kontribusi dari pemanfaatan aset itu diproyeksikan dapat terus meningkat. Bahkan, pemerintah daerah menargetkan optimalisasi aset di sejumlah titik lainnya sehingga mampu memberikan dampak terhadap pendapatan daerah dan perekonomian masyarakat. Ia mencontohkan penataan Pasar Sungai Kakap yang sebelumnya kurang tertata. Setelah dilakukan pembenahan, kondisi pedagang dan lingkungan pasar menjadi lebih baik sehingga diyakini dapat meningkatkan aktivitas UMKM dan memberikan kontribusi bagi daerah.
“Sekarang kita sedang mengejar desa-desa yang memiliki lahan dan bisa dijadikan ruang publik. Kita fasilitasi karena dengan ruang publik, minimal ada retribusi, UMKM hidup, dan yang paling penting roda ekonomi masyarakat bergerak,” terangnya. (sya)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar