EQUATOR, KUBU RAYA — Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan PT PLN (Persero). Sebagai implementasi komitmen tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat 1 (UPP KLB 1) secara rutin melaksanakan Safety Patrol di lokasi pembangunan GI 150 kV Ambawang dan SUTT 150 kV Incomer 2 Phi Siantan–Tayan di Kabupaten Kubu Raya.

 

Safety Patrol dilaksanakan melalui inspeksi langsung pada area kerja untuk memantau penerapan prosedur K3, penggunaan alat pelindung diri (APD), kondisi peralatan kerja, kebersihan area pembangunan, serta mengidentifikasi potensi bahaya yang dapat menimbulkan risiko kecelakaan kerja. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin PLN guna memastikan setiap tahapan pembangunan dilaksanakan sesuai standar keselamatan, kesehatan kerja, dan prosedur operasional yang berlaku.

 

Kegiatan tersebut melibatkan jajaran UPP KLB 1 bersama tim pengawas proyek, personel K3, dan mitra kerja yang terlibat dalam pembangunan GI Ambawang. Selain melakukan inspeksi, tim juga memberikan edukasi dan penguatan kepada para pekerja agar senantiasa mengutamakan budaya safety first dalam setiap aktivitas konstruksi. Setiap temuan hasil Safety Patrol menjadi bahan evaluasi untuk ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya pengendalian risiko secara berkelanjutan.

 

Manager PLN UPP KLB 1, Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa Safety Patrol merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga konsistensi penerapan K3 di lapangan. 

 

"Safety Patrol tidak hanya menjadi sarana untuk memastikan kepatuhan terhadap standar K3, tetapi juga menjadi media evaluasi, pembinaan, dan komunikasi dengan seluruh personel di lapangan. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun budaya keselamatan yang dipahami dan diterapkan secara konsisten oleh seluruh pekerja maupun mitra kerja," ujarnya.

 

Selain sebagai kegiatan pengawasan, Safety Patrol juga mendorong terbangunnya komunikasi yang aktif antara pengawas, pekerja, dan mitra kerja dalam menyampaikan masukan maupun potensi risiko yang ditemukan di lapangan. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian seluruh personel terhadap pentingnya keselamatan kerja sekaligus mendukung tindak lanjut terhadap setiap temuan yang memerlukan perbaikan.

 

Sementara itu, General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Barat, Susilo, menegaskan bahwa budaya keselamatan harus tumbuh melalui keterlibatan aktif seluruh personel yang terlibat dalam pembangunan. 

 

"Keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, Safety Patrol tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan inspeksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang disiplin, peduli terhadap risiko, dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas pembangunan. Dengan budaya K3 yang kuat, kualitas pelaksanaan pekerjaan akan terus terjaga sehingga infrastruktur yang dibangun mampu memberikan manfaat secara optimal," ungkapnya.

 

Melalui pelaksanaan Safety Patrol secara rutin, PLN UIP Kalimantan Bagian Barat melalui UPP KLB 1 terus memperkuat penerapan budaya K3 pada setiap tahapan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Dengan pengawasan yang konsisten, keterlibatan aktif seluruh personel, serta pengendalian risiko yang berkelanjutan, PLN berkomitmen menghadirkan pembangunan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan guna mendukung keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat. (m@nk)