EQUATOR, PONTIANAK - Pemerintah Kabupaten Ketapang mengusulkan dukungan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Beberapa usulan yang disampaikan antara lain penambahan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, penambahan mobil tangki air, pembangunan sumur-sumur bor sebagai sumber air di lokasi rawan karhutla.
"Termasuk yang paling mendesak saat ini adalah pengerahan helikopter water bombing, hingga pelaksanaan operasi modifikasi cuaca jika kondisi memungkinkan," kata Bupati Ketapang, Alexander Wilyo saat mengikuti Rapat Teknis Penanganan Bencana Asap, Kamis (06/08/2026) di Pontianak.
Bupati berharap, dukungan pemerintah pusat dapat segera direalisasikan. Agar penanganan karhutla di Ketapang menjadi lebih efektif. Mengingat potensi kebakaran masih tinggi selama musim kemarau berlangsung.
Ia menjelaskan, Karhutla di Kabupaten Ketapang saat injkian mengkhawatirkan. Dalam hitungan hari, api melalap sejumlah wilayah, menewaskan satu warga, menghanguskan kawasan wisata Bukit Kuri, serta memicu kabut asap.
Ia turut mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi dalam penanganan Karhutla. Kondisi kemarau ekstrem yang telah berlangsung selama puluhan hari tanpa hujan menyebabkan lahan mengalami kekeringan, terutama gambut.
"Adapun upaya pemadaman di lapangan terkendala beberapa faktor. Mulai dari sumber air yang jauh dari lokasi kebakaran, medan yang sulit dijangkau karena minim akses, hingga keterbatasan sarana dan prasarana pemadaman," tambahnya. (dul)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar