EQUATOR, KETAPANG - Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar Rapat Koordinasi Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bersama Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, Selasa (08/09/2026) di ruang rapat utama Kantor Bupati.
Dalam Rakor, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni didampingi langsung Bupati Ketapang, Alexander Wilyo bersama unsur Forkopimda dan sejumlah pihak terkait.
Sebelum rapat koordinasi, Menteri Kehutanan bersama Bupati Ketapang dan jajaran Forkopimda meninjau langsung lokasi kebakaran untuk melihat kondisi serta upaya penanganan Karhutla di lapangan.
Usai rapat, Menhut mengatakan jumlah titik panas di Kabupaten Ketapang terus mengalami penurunan. Itu semua berkat sinergi seluruh pihak dalam melakukan penanganan kebakaran.
“Dari data yang ada per malam tadi, hotspot di Ketapang terus turun. Berkat kerja sama Bupati, TNI, Polri, KPH, Manggala Agni, masyarakat peduli api dan seluruh pihak lainnya. Sekarang tinggal 13 hotspot,” kata Raja Juli.
Meski mengalami penurunan, dia tetap mengingatkan agar tidak membuat seluruh pihak mengendurkan upaya penanganan. Semua harus tetap fokus melakukan pengendalian.
“Jangan sampai penurunan angka hotspot membuat kita menganggap pekerjaan sudah selesai. Kita harus terus memadamkan sisa titik hotspot," ujarnya.
Menurut Menhut, penanganan kebakaran di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri dibandingkan di kawasan tanah mineral.
Sementara itu, Bupati Ketapang menyampaikan terima kasih atas kunjungan Menteri Kehutanan RI ke Kabupaten Ketapang.
Ia memaparkan bahwa selama ini pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat, perusahaan dan seluruh pihak telah berjuang menangani Karhutla selama lebih dari dua bulan.
“Kita sudah berjuang kurang lebih dua bulan lebih dengan Karhutla. Sinergi seluruh pihak berjalan dengan baik,” sebut Alexander Wilyo.
Bupati mengungkapkan, salah satu kendala terbesar penanganan Karhutla adalah kebakaran di kawasan lahan gambut yang memiliki kedalaman cukup tinggi dan keterbatasan sumber air.
Selain di kawasan pesisir yang didominasi lahan gambut, kebakaran juga terjadi di sejumlah wilayah pedalaman dengan karakteristik tanah mineral.
"Beberapa titik kebakaran di kawasan pedalaman sulit dijangkau oleh Satgas Darat, karena keterbatasan akses jalan dan jarak lokasi yang cukup jauh," ungkapnya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang meminta dukungan Satgas Udara melalui operasi water bombing, khususnya untuk penanganan kebakaran di kawasan tanah mineral.
“Saya sampaikan kepada Menteri Kehutanan dan pihak BNPB bahwa water bombing akan lebih efektif untuk daerah mineral dibandingkan daerah gambut,” timpalnya.
Ia pun berharap dukungan pemerintah pusat dapat terus diperkuat, termasuk melalui kemungkinan operasi modifikasi cuaca apabila kondisi memungkinkan. (dul)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar