EQUATOR, KUBU RAYA - Sebanyak 82 anak mengikuti program Khitanan Nusantara 2026 di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (14/08/2026). Khitanan gratis ini digelar lewat kolaborasi dua negara jiran Malaysia dan Indonesia melalui Pertubuhan Penolong Pegawai Perubatan Terengganu Assistant Medical Office Malaysia dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya. 

 

Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan program Khitanan Nusantara adalah wujud dari semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dalam memberikan pelayanan serta manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak di Kabupaten Kubu Raya.

 

“Doa kami, misi yang sangat mulia ini mendapat keberkahan dari Allah. Terima kasih kepada dato’-dato’ dan tim dokter dari Terengganu yang telah memberikan kepercayaan kepada Kubu Raya menjadi tuan rumah kegiatan khitanan ini,” ucap Sujiwo.

 

Ia mengapresiasi kehadiran delegasi Malaysia yang membawa misi kemanusiaan. Dirinya menyebut hubungan Indonesia-Malaysia tidak hanya sebatas diplomatik, tetapi sudah terjalin ikatan emosional dan budaya.

 

“Hubungan antara Indonesia dan Malaysia bukan hanya sebatas hubungan diplomatik. Tuhan telah menakdirkan rakyat Malaysia dan rakyat Indonesia memiliki ikatan emosional, karena kita satu rumpun. Bahasanya kurang lebih sama, budayanya juga,” kata Sujiwo.

 

Dia lantas mencontohkan kesamaan yang terlihat dari bahasa sehari-hari hingga pada penamaan UMKM. Di Malaysia, UMKM disebut PMKS atau Perusahaan Mikro, Kecil, dan Sederhana. Sementara di Indonesia disebut Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Lebih lanjut terkait kedekatan kedua negara, Sujiwo mengatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya membuka peluang kerja sama investasi di sejumlah sektor, mulai dari kuliner, perdagangan, hingga perkebunan. 

 

“Kadin Indonesia sudah lebih dulu menjalin kerja sama dengan mitra di Malaysia, dan usaha kecil-menengah kedua negara juga mulai dirintis kolaborasinya,” ujarnya.

 

Termasuk di bidang kesehatan, Sujiwo meminta Kepala Dinas Kesehatan untuk mengkaji peluang pendalaman kerja sama. Jika memungkinkan dan tidak melanggar aturan, ia membuka opsi kerja sama dengan pihak Malaysia terkait pelayanan kesehatan kepada masyarakat agar semakin optimal.

 

“Era kita sudah era globalisasi. Jangan ada keraguan membangun kolaborasi dengan negara luar. Momentum kedatangan teman-teman dari Malaysia ini harus menjadi pemicu bagi kita untuk membenahi layanan kesehatan,” katanya.

 

Ia kemudian menyoroti masih banyaknya warga negara Indonesia yang berobat ke Kuching, Miri, dan Bintulu karena dinilai pelayanannya lebih baik dan biayanya lebih terjangkau.

 

“Itu tidak bisa kita bendung. Rakyat yang punya uang berhak menentukan pilihannya. Ini menjadi tantangan bagi kita di Indonesia, khususnya Kubu Raya, untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” tegasnya.

 

Perwakilan Pertubuhan, Dato' Wira Samsuri bin Mat menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan masyarakat Indonesia atas sambutan hangat kepada delegasi Malaysia. Ia mengungkapkan pihaknya aktif menjalankan program khitanan gratis di sejumlah negara Asia Tenggara. 

 

“Di Malaysia sendiri dan juga di negara-negara jiran seperti Thailand, Vietnam, dan kali ini di Indonesia yang merupakan kali kedua kami berkolaborasi. Sebelum ini kami pernah berkolaborasi bersama di Aceh," ujarnya.

 

Dato’ Wira mengatakan bahwa program Khitanan Nusantara 2026 tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga membawa nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan persahabatan antara Malaysia dan Indonesia.

 

"Walaupun kita terpisah oleh sempadan negara, kita disatukan oleh sejarah, budaya, bahasa, dan nilai kemanusiaan yang sama. Hari ini kesadaran itu diterjemahkan melalui usaha bersama dalam memberikan manfaat dan pertimbangan kesehatan kepada masyarakat. Inilah semangat yang kita bawa: menyemai kasih, menyentuh umat, memiliki masa depan," tuturnya.

 

Ia juga menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada tim kesehatan pertubuhan, para relawan, dan semua pihak yang telah berkontribusi demi kelancaran program.

 

"Semoga program Khitanan Nusantara 2026 menjadi titik permulaan kepada lebih banyak kerja sama dalam bidang kesehatan, khidmat masyarakat, dan juga perkongsian ilmu antara Malaysia dan Indonesia. Semoga segala usaha dan sumber yang kita kerahkan diterima sebagai amal kebajikan dan mendapat keridhaan daripada Allah taala," ucap Dato' Wira. (sya)