EQUATOR, KETAPANG - Semangat melestarikan tradisi dan memperkuat rasa nasionalisme mewarnai pelaksanaan Kejuaraan Menyumpit Patih Jaga Pati Cup 2026 yang digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan RI, sekaligus Anniversary Sanggar Kepatihan.

‎Kegiatan mengusung tema 'Melestarikan Warisan, Menyatukan Semangat Kemerdekaan, Patih Jaga Pati Cup dalam Harmoni Anniversary Sanggar Kepatihan' tersebut berlangsung pada 15-17 Agustus 2026.

 

‎Selain lomba menyumpit, kegiatan juga diramaikan dengan berbagai perlombaan tradisional dan hiburan, baik kategori individu maupun kelompok. Di antaranya lomba gasing, tarik tambang, panjat pinang, remi box, gaplek, catur, bola dangdut, karaoke, serta sejumlah perlombaan lainnya.

‎Ketua Panitia, Merlin Ayen mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mewariskan sekaligus mengenalkan tradisi kepada masyarakat.

 

‎“Ini tidak hanya ajang perlombaan, tapi menjadi ruang pewarisan dan pengenalan tradisi bagi masyarakat yang harus kita jaga dan kita kembangkan,” kata Marlin. 

‎Menurut Marlin, melalui kegiatan tersebut diharapkan generasi muda semakin mengenal dan mencintai olahraga serta budaya daerah.

‎Ia berharap, Kejuaraan Patih Jaga Pati Cup dapat terus dilaksanakan dan ke depan menjadi salah satu agenda budaya yang mampu mempertemukan masyarakat sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap warisan daerah.

‎Sementara itu, Patih jaga pati Alexander Wilyo, sekaligus Ketua Sanggar Kepatihan, Alexander Wilyo mengatakan, menyumpit merupakan bagian dari olahraga sekaligus budaya yang telah berkembang hingga tingkat internasional.

 

‎“Menyumpit ini olahraga dan budaya yang sudah diakui dan diselenggarakan sampai tingkat internasional,” ujar Alexander Wilyo.

Alex yang juga Bupati Ketapang ini men‎jelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. 

 

Ia pun berharap semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air dapat terus dipupuk melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda.

 

“Semoga nasionalisme serta rasa cinta tanah air ini bisa kita pupuk dan terus tumbuh,” tuturnya.

‎Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan aksi menyumpit bersama. Alexander Wilyo selaku Patih Jaga Pati dan Pembina Sanggar Kepatihan turut ambil bagian bersama jajaran Forkopimda, kepala OPD dan para tamu undangan. 

Melalui Patih Jaga Pati Cup 2026, tradisi menyumpit tidak hanya dipertandingkan sebagai sebuah perlombaan, tetapi juga dihadirkan sebagai bagian dari identitas budaya yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya. (dul)