EQUATOR, SANGGAU - Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sanggau, Aris Sudarsono menegaskan kenaikan harga barang saat ini berpengaruh pada jalannya proyek-proyek yang ditangani dinas yang dipimpinnya.
Akibatnya, perencanaan yang telah dibuat di awal tahun 2026 atau tahun sebelumnya harus kembali ditinjau ulang. Perlu adanya penyesuaian harga terkini.
“Tahun ini terjadi kenaikan harga barang, yang tentunya akan mempengaruhi standar satuan harga (SSH). Terutama barang-barang konstruksi, besi, semen, pasir, plastik, seng dan sebagainya,” kata Aris, belum lama ini.
Ia menduga kenaikan harga masih akan terus terjadi. Karenanya ia meminta Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) agar harga yang telah dibuat Harga Perkiraan Sendiri (HPS)-nya, itulah yang digunakan.
“Tidak harus menunggu harga ini berhenti naik. Tentunya selain mempengaruhi SSH dan dokumen perencanaan, juga mempengaruhi waktu pelaksanaan, bakal mundur,” ungkapnya.
Tak heran jika hingga pertengahan Juni 2026, baru bisa memproses pekerjaan yang sifatnya tender. Sedangkan paket pekerjaan yang sifatnya langsung (PL), masih dalam proses penghitungan dan perencanaannya.
“Itu pengaruhnya masalah harga DED dan waktu pelaksanaanya,” terang Aris.
Karena kenaikan harga barang tersebut, ia menyebut akan ada pengurangan volume pekerjaan. Misalnya pajang jalan. Jika pengerjaan berupa gedung, akan ada beberapa bangunan pelengkap yang mungkin dikurangi. Intinya kata Aris, kegiatan-kegiatan fisik tetap menghasilnya yang fungsional.
“Kalau kita lihat misalkan BBM, untuk proyek ini kan tidak bisa menggunakan pertalite. Harus pertamax. Sedangkan pertamax baru-baru ini naik signifikan. Bahkan sampai Rp16 ribu lebih. Ini akan mempengaruhi sekitar 10-20 persen. Tapi kita membuat supaya perencanaan itu menghasilkan kualitas pekerjaan sama, mutunya sama dan tetap fungsional,” ungkap Aris. (KiA)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar