EQUATOR, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan perempuan termasuk kader PKK adalah tiang negara. Karena itu, pembangunan di Kubu Raya tidak bisa dilepaskan dari peran para ibu. Mendukung hal tersebut, Sujiwo mengungkapkan pemerintah daerah menganggarkan hingga 3,2 miliar rupiah untuk PKK di desa-desa.
"Saya anggarkan Rp3,2 miliar. Pak Sekda tanya dari mana? Saya yang akan pangkas program saya, infrastruktur saya pangkas. Tapi saya bertanggung jawab," kata Bupati Sujiwo saat menghadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Rabu (04/11/2026).
Mengoptimalkan peran perempuan, Sujiwo mengungkapkan pihaknya juga membantu BKMT, Aisyiyah, Muslimat NU, dan Salimah dengan total lebih dari 6 miliar rupiah.
"Kenapa saya fokus ke perempuan? Karena ketika kita mengurus ibu-ibu, kita sedang mengurus negara. Ibu-ibu itu tiangnya negara. Ibu adalah madrasah pertama dan utama anak-anak kita," jelasnya.
"Yang memandikan anak, ibu. Yang menyuapi sarapan, ibu. Yang mengantar sekolah, ibu. Yang menemani tidur, ibu. Makanya saya berkomitmen menjadikan emak-emak di garda terdepan mengawal kepemimpinan saya dan Pak Sukiryanto," tambahnya.
Untuk peringatan HKG di Jeruju Besar, Sujiwo juga memberikan hadiah secara gotong royong sebesar Rp15 juta. Dengan rincian dari Bank Kalbar Rp5 juta, dana pribadinya Rp5 juta, Ketua TP PKK Rp2,5 juta, dan Perumdam Tirta Raya Rp2,5 juta.
"Ketika ibu-ibu PKK mampu menjalankan 10 Program Pokok PKK saja, itu sudah luar biasa. Apalagi sampai ke Dasa Wisma-nya," ujarnya.
Sujiwo berharap dengan stimulus Rp3,2 miliar, kader PKK dari kabupaten hingga desa bisa kembali menghidupkan semangat gotong royong dan empati masyarakat yang mulai pudar.
"Saya membutuhkan bapak-bapak, tetapi saya sangat butuh ibu-ibu sekalian, terutama kader dan pengurus PKK. Seluruh kader PKK harus bergerak bersama melaksanakan 10 Program Pokok PKK, itu kewajiban," tandasnya. (sya)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar