EQUATOR, KUBU RAYA - Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, menjadi wakil Kalimantan Barat pada penilaian Lomba Desa Tingkat Regional III Tahun 2026. Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa agar Jeruju Besar bisa menjadi yang terbaik dalam penilaian tingkat nasional.

 

"Kita berdoa bersama, semoga Allah mengantarkan kita menjadi yang terbaik dalam proses penilaian tingkat nasional nanti. Segala upaya sudah dilakukan, setelah itu kita berdoa kepada Allah, apakah hasilnya itu yang terbaik," kata Sujiwo saat menghadiri kegiatan penilaian oleh Tim Penilai Lomba Desa di Desa Jeruju Besar, Rabu (04/11/2026).

 

Sujiwo mengatakan lomba desa bukan sekadar soal prestasi, melainkan bagaimana upaya pembenahan terus-menerus dilakukan di semua aspek pemerintahan desa untuk memajukan desa dan menyejahterakan rakyat.

 

"Kita ingin terus melakukan pembenahan, khususnya di pemerintahan desa. Memajukan desa kita dan tujuan utama untuk menyejahterakan rakyat kita. Insyaallah, kita sedang melakukan pembenahan-pembenahan di semua aspek," tuturnya.

 

Sujiwo juga menyampaikan apresiasinya atas kemajuan Desa Jeruju Besar. Ia mengaku sempat terkejut melihat perubahan jalan dan perkembangan desa yang kini semakin maju.

 

"Tadi saya lihat jalan-jalannya, saya kaget. Dulu masuk ke sini jalannya masih sulit, sekarang sudah jauh lebih bagus. Kita pastikan tahun depan kita masuk lebih baik lagi," ujarnya.

 

Ia mengungkapkan Desa Jeruju Besar sering mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Terbaru, Jeruju Besar berhasil menjadi juara lomba desa di tingkat Provinsi Kalimantan Barat, sehingga mewakili Kalimantan Barat hingga ke tujuh besar di tingkat regional.

 

"Desa ini sering mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat. Yang kita raih adalah juara pemerintahan desa di tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Dan karena itu, wakil dari Kalbar ini memang layak untuk mendapatkan yang terbaik," ucapnya.

 

Meski kondisi fiskal daerah saat ini sedang tidak baik dengan adanya pemotongan anggaran hampir Rp400 miliar, Sujiwo meminta masyarakat untuk tidak pernah berhenti mencintai negeri dan terus membangun.

 

"Jangan pernah berhenti untuk mencintai negeri ini. Jangan pernah berpisah walaupun kondisi fiskal kita sangat tidak baik. Kita hampir Rp400 miliar dipotong, dan itu sebenarnya tidak rasional," tegasnya.

 

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak, termasuk pemerintah pusat, DPR RI, hingga perangkat desa yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan penilaian.

 

"Saya yakin, usaha tidak akan mengkhianati hasil. Kita hanya bisa berupaya dan berdoa, hasilnya nanti kita pertanggungjawabkan. Usaha yang kita lakukan ini insyaallah hasilnya tidak akan mengkhianati," pungkasnya. (sya)