eQuator, SANGGAU – Tujuh hari pencarian, tim SAR gabungan tak kunjung menemukan korban tenggelam di Sungai Kapuas, tepatnya di Dusun Lalang, Desa Lalang, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau. Pencarian korban pria bernama Dedi Kartika (47) ini pun dihentikan pada Selasa (05/05/2026).

 

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra menjelaskan pihaknya pertama kali menerima laporan kejadian pada 29 April 2026 pukul 00.05 WIB dari BPBD Sanggau.

 

“Laporan tersebut menyebutkan adanya kondisi membahayakan manusia, yakni satu orang tenggelam di Sungai Kapuas,” katanya, Rabu (06/05/2026).

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada 28 April 2026 sekitar pukul 14.50 WIB. Korban diketahui terjatuh dari perahu kayu saat melakukan aktivitas kerja di atas sungai, kemudian tenggelam dan tidak kembali ke permukaan. Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh masyarakat setempat, namun tidak membuahkan hasil.

 

Pada operasi SAR hari ketujuh, tim gabungan melanjutkan penyisiran permukaan sungai hingga sejauh 24 nautical mile ke arah hilir dari lokasi kejadian. Namun hingga pukul 17.00 WIB, korban belum juga ditemukan.

 

“Setelah dilakukan penyisiran dan pemantauan secara maksimal, korban belum ditemukan. Maka operasi SAR dihentikan dengan hasil nihil,” ujar Junetra.

 

Selanjutnya, tim SAR melakukan koordinasi dan evaluasi bersama keluarga korban serta seluruh unsur yang terlibat. Mengingat tidak adanya tanda-tanda keberadaan korban hingga hari ketujuh, operasi SAR secara resmi ditutup pada pukul 17.30 WIB atas usulan SMC (SAR Mission Coordinator).

 

Meski operasi telah dihentikan, Kantor SAR Pontianak menyatakan akan tetap melakukan pemantauan dan koordinasi. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR dapat dibuka kembali.

 

Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini meliputi Kantor SAR Pontianak, Babinsa TNI AD, Polsek Tayan Hilir, BPBD Kabupaten Sanggau, Puskesmas Tayan Hilir, pihak perusahaan PT ICA, potensi SAR Kabupaten Sanggau, aparat Desa Lalang, serta keluarga korban dan masyarakat setempat. (m@nk)