EQUATOR, PONTIANAK – Dalam semangat Hari Lahir Pancasila, PT PLN (Persero) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sistem Kalimantan Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat sinergi, kolaborasi, dan semangat gotong royong seluruh PLN Group dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah berbagai unit dan subholding PLN dalam memastikan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat.
Rakor dihadiri oleh jajaran PLN Group se-Kalimantan, mulai dari Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Unit Induk Distribusi (UID), Unit Induk Pembangunan (UIP), hingga perwakilan subholding PLN. Kehadiran seluruh entitas tersebut menjadi wujud kolaborasi untuk memastikan sistem kelistrikan Kalimantan tetap aman, andal, dan berkelanjutan.
Manager PLN UP2B Kalimantan Barat, Ahmad Edy, menyampaikan bahwa Rakor Sistem Kalimantan merupakan agenda penting untuk memperkuat koordinasi antarunit dalam menjaga kualitas layanan kelistrikan kepada masyarakat.
“Melalui Rakor Sistem Kalimantan ini, PLN memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh unit serta subholding untuk memastikan kesiapan sistem kelistrikan tetap optimal. Kesamaan langkah dan koordinasi yang baik menjadi kunci dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat di seluruh Kalimantan,” ujar Ahmad Edy.
Dalam rakor tersebut, PLN membahas berbagai strategi penguatan sistem kelistrikan, mulai dari kesiapan pasokan daya, keandalan jaringan transmisi dan gardu induk, pengamanan infrastruktur ketenagalistrikan, hingga langkah mitigasi terhadap potensi gangguan. Berdasarkan proyeksi operasi sistem, beban puncak kelistrikan Kalimantan diperkirakan mencapai 590 MW sehingga kesiapan personel, peralatan, dan sistem pengamanan menjadi perhatian utama.
“PLN terus memastikan kecukupan daya dan kesiapan sistem agar tetap dalam kondisi aman dan andal. Seluruh unit berkomitmen menjalankan langkah preventif dan responsif untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik kepada pelanggan,” tambahnya.
Semangat kolaborasi yang menjadi ruh pelaksanaan Rakor Sistem Kalimantan 2026 sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya Persatuan Indonesia dan gotong royong dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui koordinasi yang kuat antarunit, PLN memastikan setiap elemen sistem kelistrikan dapat bekerja secara terpadu untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan pembangunan di Kalimantan.
Sementara itu, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan bahwa keandalan sistem kelistrikan merupakan hasil kerja bersama seluruh insan PLN dalam melayani masyarakat.
“Rakor Sistem Kalimantan ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kolaborasi yang menjadi nilai luhur Pancasila. Keandalan sistem kelistrikan tidak dapat dibangun oleh satu unit saja, melainkan melalui kerja bersama seluruh insan PLN dan subholding. Dengan semangat tersebut, kami terus memperkuat koordinasi dan kesiapan sistem agar manfaat listrik dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kalimantan,” ujar Riko.
Selain membahas aspek teknis operasional, Rakor Sistem Kalimantan 2026 juga menjadi sarana penguatan budaya kerja, peningkatan kesiapsiagaan personel, serta berbagi pengalaman dan praktik terbaik antarunit dalam pengelolaan sistem kelistrikan.
Melalui kegiatan ini, PLN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, aman, dan berkualitas bagi masyarakat sebagai fondasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. (m@nk)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar