EQUATOR, KETAPANG - Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen terus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat.

 

Komitmen itu disampaikan Bupati Ketapang, Alexander Wilyo saat menghadiri Festival UMKM Kabupaten Ketapang di Balai Sungai Kedang, Minggu (23/08/2026).

 

Bupati Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku dan penggiat UMKM yang berinisiatif menyelenggarakan Festival UMKM. 

 

Menurut Alex, kegiatan UMKM tidak semata-mata menjadi ajang memamerkan produk, tetapi harus menjadi bagian dari upaya bersama memperluas pasar dan memperkuat perekonomian masyarakat Ketapang.

 

“Ini bukan hanya sekadar memamerkan produk, mudah-mudahan menjadi bentuk dukungan dan upaya kita untuk memperkuat perekonomian masyarakat di Ketapang,” kata Bupati. 

 

Dalam acara yang dihadiri perwakilan Kementerian UMKM RI ini, Alex menegaskan bahwa Pemkab Ketapang bersama DPRD dan jajaran pemerintah daerah memberikan dukungan pengembangan UMKM. 

 

Terkait legalitas usaha, Bupati mendorong para pelaku UMKM segera mengurus perizinan melalui sistem yang telah tersedia secara daring.

 

"Proses perizinan saat ini semakin mudah, sehingga tidak seharusnya menjadi hambatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha," ujarnya. 

 

Bupati juga meminta jajaran pemerintah daerah untuk membantu dan mendampingi pelaku UMKM yang masih mengalami kesulitan dalam mengakses teknologi maupun proses administrasi perizinan.

 

Dari sisi pengembangan pemasaran, ia berpandangan bahwa UMKM tidak harus bergantung pada pembangunan satu pusat atau gedung khusus. Sebaliknya, keberadaan UMKM perlu diperluas di berbagai titik strategis dan ruang pelayanan publik.

 

Dia pun membuka peluang pemanfaatan bangunan pemerintah yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas UMKM. 

 

"Saya juga mendorong adanya ruang atau outlet UMKM di kantor-kantor pemerintah maupun lokasi pelayanan masyarakat," cetusnya. 

 

Alex berpendapat, pola tersebut akan membuat produk UMKM lebih dekat dengan masyarakat dan memiliki akses pasar yang lebih luas. Pemkab Ketapang juga terus mendorong keterlibatan UMKM di berbagai kegiatan pemerintah, termasuk kegiatan seni, budaya, dan event daerah.

 

"Dukungan terhadap UMKM harus dimulai dari jajaran pemerintah daerah.  Para pejabat, kepala OPD, DPRD, dan unsur terkait agar menjadi contoh nyata dengan membeli serta menggunakan produk-produk UMKM lokal. Dukungan ini tidak hanya mulut, tidak hanya seremoni begini. Tetapi harus masuk ke dalam jiwa raga,” mintanya. 

 

Bupati berharap semangat membeli dan menggunakan produk UMKM lokal dapat ditularkan kepada masyarakat. Sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang semakin kuat di Ketapang.

 

Selain itu, Pemkab Ketapang akan memberikan kesempatan dan pelayanan yang sama kepada seluruh pelaku maupun kelompok UMKM.

 

“Pemerintah ini melayani semua. Pemimpin bagi semua, pemerintah daerah juga tidak diskriminatif terhadap kelompok, keluarga apapun," tegasnya. 

 

Selain pemasaran dan legalitas, Bupati menilai akses permodalan menjadi faktor penting dalam keberlanjutan usaha UMKM. Karena itu, dirinya mendorong pelaku UMKM memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan melalui perbankan pemerintah.

 

“Kalau tidak ada modal, usaha akan sulit berjalan. Karena itu, akses KUR ini penting dan saya minta kepada pihak bank agar memberikan kemudahan kepada seluruh pelaku UMKM,” ujarnya.

 

Sementara itu, Menteri UMKM Republik Indonesia Maman Abdurrahman turut hadir melalui Zoom Meeting dan menyampaikan sambutan serta arahan mengenai penguatan UMKM di Kabupaten Ketapang.

 

Maman mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Ketapang dan panitia yang telah menyelenggarakan Festival UMKM sebagai ruang promosi, pemasaran, serta penguatan jejaring pelaku usaha.

 

Dia mendorong agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, agar UMKM memiliki ruang yang lebih luas untuk memasarkan produk, memperluas jaringan usaha dan meningkatkan kapasitas.

 

Ia menekankan pentingnya memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM. Pemerintah daerah dan perbankan didorong memperkuat koordinasi agar semakin banyak UMKM di Ketapang memperoleh akses pembiayaan.

 

"Selain pembiayaan, pemerintah pusat mendorong pemanfaatan fasilitas publik sebagai ruang usaha dan pemasaran produk UMKM, serta memperluas peluang produk lokal masuk ke jaringan ritel modern dengan tetap memenuhi standar dan melalui proses kurasi," paparnya. 

 

Maman berharap, pelaku UMKM Kabupaten Ketapang dapat melakukan onboarding ke Sapa UMKM. Tujuannya untuk memperoleh layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan tahapan perkembangan usahanya. (dul)