EQUATOR, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya Sujiwo mengukuhkan 28 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kubu Raya Tahun 2026, Sabtu (15/08/2026). Pengukuhan berlangsung khidmat di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya. Bupati Sujiwo mengatakan pengukuhan tersebut menjadi penanda bahwa Paskibraka telah siap menjalankan tugas mulia pada momentum peringatan kemerdekaan Indonesia.

 

“Pengukuhan itu menandakan bahwasanya mereka sudah siap untuk melaksanakan tugas mulianya, untuk melaksanakan tugas negaranya,” kata Sujiwo seusai pengukuhan.

 

Ia mengaku telah beberapa kali melihat langsung proses latihan para calon Paskibraka. Menurutnya, persiapan yang dilakukan sudah matang sehingga dirinya optimistis Paskibraka mampu menjalankan tugas dengan baik.

 

“Saya sudah cek beberapa kali dalam latihan, alhamdulillah sudah sangat matang,” katanya.

 

Menurut Sujiwo, menjadi anggota Paskibraka adalah hal yang istimewa. Sebab, dari hampir 300 peserta yang mengikuti proses seleksi, hanya 28 orang yang terpilih. Karena itu, ia meminta Paskibraka menyadari bahwa mereka merupakan putra-putri pilihan yang membawa nama keluarga, sekolah, dan Kabupaten Kubu Raya.

 

“Seleksi hampir 300 orang, kemudian kita saring hingga tinggal 28 orang. Berarti ini putra-putri pilihan,” ucapnya.

 

Sujiwo menyebut proses pembinaan yang dijalani Paskibraka tidak sekadar pada kemampuan baris-berbaris. Lebih jauh, Paskibraka juga menjalani proses pembentukan karakter, mental, sikap, dan perilaku. Sehingga, dirinya menilai pengalaman menjadi Paskibraka meskipun dalam waktu relatif singkat tetap dapat memberikan dampak kuat terhadap pembentukan karakter generasi muda.

 

“Walaupun singkat, dibentuk karakternya, mentalnya, sikap dan perilakunya. Saya mempunyai harapan itu benar-benar terbentuk,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu, Sujiwo mengingatkan Paskibraka akan ikrar yang diucapkan, bahwa ikrar adalah janji yang harus diwujudkan melalui tindakan. Menurutnya, ikrar Paskibraka serupa dengan teks lagu “Padamu Negeri” yang juga sarat dengan janji pengabdian kepada bangsa dan negara.

 

“Ikrar itu seperti janji. Makanya ketika ikrar itu diucapkan, harus benar-benar dihayati. Padamu negeri kami berjanji, padamu negeri kami berbakti, padamu negeri kami akan mengabdi, bagimu negeri jiwa raga ini,” tuturnya.

 

Ia meminta Paskibraka menyatukan hati, ucapan, dan tindakan setelah ikrar tersebut diucapkan.

 

“Seorang kesatria itu kan satunya hati, ucapan, dan tindakan. Maka ketika ikrarnya tadi sudah diucapkan, itu masukkan di dalam hati, kemudian dilaksanakan,” tegasnya. (sya)