EQUATOR, KETAPANG - Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agoesdjam Ketapang, Senin (08/06/2026).

 

Kunjungan dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah dalam memastikan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus meningkat. Terutama pada aspek pelayanan administrasi dan pelayanan publik di garis terdepan rumah sakit.

 

Dalam kunjungannya, Wakil Bupati meninjau langsung area pendaftaran pasien, ruang resepsionis, serta sejumlah unit pelayanan yang menjadi titik awal interaksi masyarakat dengan rumah sakit. 

 

Jamhuri juga berdialog dengan manajemen, petugas administrasi, serta masyarakat yang sedang mengakses layanan kesehatan.

 

Dia menegaskan bahwa pelayanan yang ramah, cepat, dan responsif merupakan faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah.

 

“Rumah sakit bukan hanya tempat berobat, tetapi juga tempat masyarakat mencari harapan dan kepastian. Karena itu, setiap petugas, terutama yang berada di garda terdepan seperti resepsionis dan pendaftaran, harus mampu memberikan pelayanan humanis, ramah dan membantu masyarakat sepenuh hati,” tegasnya. 

 

Menurutnya, keberhasilan transformasi pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan ketersediaan sarana dan prasarana maupun sistem digital yang modern. Tetapi oleh kualitas interaksi antara petugas dan masyarakat.

 

“Teknologi seperti Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) tentu sangat membantu mempercepat pelayanan. Tidak kalah penting adalah sikap dan etika dalam melayani," sebutnya.

 

Dalam kesempatan iti, Wakil Bupati juga meminta jajaran manajemen rumah sakit untuk terus melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap seluruh sumber daya manusia yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

 

Ia menekankan bahwa setiap keluhan yang disampaikan masyarakat harus menjadi bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

 

Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) dan masyarakat yang belum terbiasa menggunakan sistem pelayanan berbasis digital. 

 

Petugas diminta untuk aktif memberikan pendampingan, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan.

 

“Jangan biarkan masyarakat kebingungan dengan prosedur. Tugas kita adalah membantu, mengarahkan, dan memberikan solusi. Pelayanan publik yang baik harus mampu memberikan rasa nyaman dan kemudahan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya. (dul)