EQUATOR, KUBU RAYA – Delegasi dari Sarawak, Malaysia, menyampaikan undangan resmi kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk mengikuti Borneo International Halal Showcase (BIHAS) 2026 yang akan berlangsung di Kuching, Sarawak, 21-23 Juli mendatang. Undangan disampaikan langsung pimpinan delegasi Kementerian Perdagangan Antara Bangsa, Industri, dan Pelaburan Sarawak, Datuk Haji Abdul Rahman bin Haji Junaidi, kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam di Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (25/06/2026). Menanggapi undangan tersebut, Sekretaris Daerah Yusran Anizam menyatakan antusiasmenya dan menyebut forum BIHAS menjadi momen yang penting untuk mendukung kemajuan UMKM di Kubu Raya.

 

“Insyaallah kita akan persiapkan, mudah-mudahan kita secepatnya bisa ikut serta juga," kata Yusran Anizam.

 

Yusran menilai Kubu Raya punya posisi strategis untuk kerja sama lintas negara. Secara geografis, Kubu Raya sudah terhubung langsung dengan Kuching melalui penerbangan langsung. Terminal bus internasional di Kubu Raya juga memiliki rute langsung ke Kuching. Adapun dari sisi demografi, Kubu Raya memiliki jumlah penduduk 662 ribu jiwa dengan komposisi 78 persen beragama Islam. Kondisi tersebut membuat kebutuhan sertifikasi halal menjadi prioritas.

 

“Saat ini, kami telah membina 39 ribu pelaku usaha kecil dan mikro yang sudah legal dan memiliki izin produksi. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya 36.858 UMKM,” ujar Yusran.

 

Ia menjelaskan UMKM di Kubu Raya tersebar di sembilan kecamatan. Berdasarkan sektor, perdagangan mendominasi dengan porsi 36 persen. Disusul industri makanan sebesar 22,56 persen, serta agrobisnis yang mencakup pertanian dan perikanan.

 

“Kami berharap keterlibatan dalam BIHAS Kuching bisa membuka akses pasar baru sekaligus meningkatkan standar produk UMKM, khususnya untuk memenuhi kebutuhan produk halal,” tuturnya.

 

Pimpinan delegasi Kementerian Perdagangan Antara Bangsa, Industri, dan Pelaburan Sarawak, Datuk Haji Abdul Rahman bin Haji Junaidi, mengatakan pihaknya menyampaikan undangan resmi kepada bupati, wakil bupati, sekretaris daerah, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk menghadiri konferensi internasional industri halal di Kuching, Sarawak, pada Juli mendatang. 

 

Menurut Abdul Rahman, Kubu Raya memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk utama ke Kalimantan Barat melalui Bandara Internasional Supadio. Saat ini, lanjutnya, Kubu Raya juga telah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang pesat di wilayah Kalimantan Barat. Karena itu, Sarawak melihat potensi besar tersebut sebagai peluang memperluas kerja sama dengan Kubu Raya, khususnya di bidang perdagangan, pariwisata, investasi, pengembangan UMKM, industri halal, agroindustri, dan ekonomi digital.

 

“Hubungan erat Sarawak dan Kalimantan Barat selama ini menjadi fondasi kuat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi lintas batas yang memberi dampak positif bagi kedua pihak,” ujarnya.

 

Abdul Rahman menyatakan Borneo International Halal Showcase atau BIHAS 2026 menjadi program perdagangan dan investasi internasional. Melalui BIHAS, peserta dari Sarawak Malaysia dan Kalimantan Barat Indonesia diharapkan bisa memperluas akses pasar dan kerja sama usaha.

 

“Kami mengundang pemerintah Kabupaten Kubu Raya, pelaku koperasi, UMKM, dan pengusaha mikro, kecil, menengah untuk berpartisipasi dalam BIHAS 2026. Kami juga berharap bisa menjajaki kerja sama lebih erat dalam pengembangan kapasitas kewirausahaan, promosi perdagangan, serta industri halal antara Sarawak dan Kubu Raya,” ucapnya.

 

Abdul Rahman pun membuka peluang bagi perwakilan Kubu Raya untuk menjadi pembicara atau narasumber di sesi forum BIHAS, serta berbagi kisah sukses yang bisa menginspirasi peserta dari Sabah, Sarawak, Kalimantan, hingga negara lain seperti Turki dan Sri Lanka yang juga diundang.

 

“Kami percaya BIHAS 2026 akan menjadi platform kokoh untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan membuka lembaran baru kerja sama antara Sarawak Malaysia dengan Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, demi kemakmuran bersama,” pungkasnya. (sya)