EQUATOR, KUBU RAYA — Akses penghubung yang lama dinanti warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, kini terbuka. Keberadaan Jembatan Garuda yang diresmikan Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito pada Rabu (26/08/2026), menjadi akses baru yang memperlancar mobilitas sekaligus perekonomian masyarakat. Pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto yang dikerjakan TNI untuk membantu membuka akses masyarakat di wilayah yang memiliki tantangan geografis.

 

Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan tersebut. Menurut dia, keberadaan Jembatan Garuda sangat penting karena menjadi penghubung antardesa yang kemudian membuka akses menuju Kecamatan Kubu.

 

"Alhamdulillah, masyarakat Kampung Baru dapat menikmati jembatan ini. Ini menjadi penghubung dua desa yang akan meneruskan akses ke Kecamatan Kubu," kata Sukiryanto saat menghadiri peresmian jembatan.

 

Ia mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat di daerah. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo dan jajaran TNI Angkatan Darat yang telah merealisasikan pembangunan itu.

 

"Ini adalah program Pak Presiden, kemudian Pak Pangdam sebagai pelaksana di lapangan melalui TNI. Kita bersyukur. Artinya, ini sudah bantuan yang luar biasa," ucapnya.

 

Sukiryanto menjelaskan terdapat lima jembatan yang dibangun melalui program tersebut di wilayah Kubu Raya. Pembangunan jembatan sangat penting mengingat karakteristik wilayah Kubu Raya yang luas dan memiliki sejumlah kawasan yang sulit dijangkau.

 

"Wilayah Kabupaten Kubu Raya ini kondisinya agak sulit untuk dijangkau. Makanya, saya sekali lagi atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan kepada TNI Angkatan Darat," tuturnya.

 

Sementara itu, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito mengatakan kehadirannya di Desa Kampung Baru untuk melihat langsung hasil pekerjaan pembangunan jembatan.

 

"Hari ini saya beserta staf berkunjung ke Kecamatan Kubu, Desa Kampung Baru, Kabupaten Kubu Raya, untuk melihat sejauh mana pekerjaan ataupun karya dalam membantu masyarakat di daerah, yaitu pembangunan jembatan beton," ujar Pangdam Novi.

 

Ia menjelaskan pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari program TNI dalam membantu masyarakat di wilayah Kalimantan Barat. Secara keseluruhan, terdapat 72 jembatan yang dikerjakan dengan berbagai jenis konstruksi, mulai dari jembatan beton, jembatan gantung, hingga Jembatan Aramco TNI. 

 

Menurut Pangdam, pembangunan jembatan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut pembukaan akses dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jembatan diharapkan mempermudah akses warga menuju sekolah, memperlancar mobilitas kendaraan, serta mendukung distribusi hasil produksi masyarakat.

 

"Harapannya ini bisa meringankan atau membantu masyarakat, terutama dalam mendapatkan akses, baik itu sekolah, kendaraan, maupun mobilitas. Sehingga perekonomian semakin meningkat dan tumbuh, terutama dalam membawa hasil-hasil produksi di wilayah daerah," katanya.

 

Pangdam juga berpesan kepada masyarakat agar menjaga dan merawat Jembatan Garuda yang telah dibangun. Ia menyebut pemeliharaan secara berkala akan memperpanjang usia pemanfaatan jembatan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang lebih panjang.

 

"Saya menyampaikan kepada masyarakat, mudah-mudahan karya tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat. Dan tentunya mari kita sama-sama jaga. Bagaimanapun juga, dengan merawat dan memelihara, ini akan menambah masa pakai," jelasnya.

 

Lebih lanjut Pangdam mengatakan tantangan pembangunan infrastruktur di Kubu Raya cukup besar karena luas wilayah dan karakter geografisnya. Dari lima jembatan yang dibangun di Kubu Raya, terdapat pula pembangunan di kawasan Batu Ampar yang membutuhkan upaya lebih karena berada di wilayah kepulauan.

 

"Kubu Raya ini cukup luas. Di daerah kepulauan seperti Batu Ampar juga memang perlu usaha dan effort yang lebih untuk mencapai ke sana," katanya. (sya)