EQUATOR, KUBU RAYA - Penemuan jasad bayi perempuan yang mengapung di aliran anak sungai Desa Sungai Ambangah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mengundang perhatian polisi. Polres Kubu Raya kini menelusuri identitas bayi sekaligus mengurai bagaimana jasad tersebut bisa berada di aliran sungai.

 

Jasad bayi ditemukan warga pada Rabu (26/08/2026) sekitar pukul 12.20 WIB. Saat itu, seorang warga sedang menggunakan sampan untuk bekerja sebagai penebang sagu di tepian sungai.

 

Saksi melihat jasad bayi mengapung ketika kondisi air sungai sedang pasang. Saksi kemudian menghubungi Kepala Dusun Mekar Sari yang selanjutnya meneruskan informasi tersebut kepada pihak kepolisian.

 

Laporan itu langsung ditindaklanjuti. Petugas Inafis Polres Kubu Raya bersama personel Polsek Sungai Raya dan Bhabinkamtibmas Desa Sungai Ambangah mendatangi lokasi.

 

Petugas melakukan pemeriksaan TKP sebelum mengevakuasi jasad bayi untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak guna menjalani pemeriksaan medis.

 

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, penyidik masih bekerja untuk mengungkap identitas korban dan rangkaian peristiwa di balik penemuan tersebut.

 

“Polisi masih melakukan penyelidikan. Kami mendatangi TKP, melakukan dokumentasi dan pemeriksaan lokasi, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan penyidik Polsek Sungai Raya. Pemeriksaan forensik juga dilakukan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dalam proses penyelidikan,” kata Ade, Kamis (27/08/2026).

 

Dari pemeriksaan awal, TKP merupakan aliran anak sungai di wilayah Desa Sungai Ambangah dengan lebar sekitar 10 meter. Jasad bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan dalam kondisi mengapung.

 

Bayi tersebut masih mengenakan pakaian berupa baju lengan pendek warna putih bermotif dinosaurus, celana panjang putih dengan motif dinosaurus, serta sepasang kaus kaki bayi warna putih.

 

Bayi juga masih menggunakan popok merek Merries. Bagian tubuhnya tertutup kain batik berwarna cokelat.

 

Petugas menemukan klem plastik penjepit tali pusat yang masih menempel pada bagian pusar bayi.

 

Selain itu, terdapat kerutan pada jari-jari tangan, kerusakan pada telinga kanan, serta cacat bawaan pada bibir bagian atas.

 

Seluruh temuan di lokasi didokumentasikan dan diperiksa oleh petugas sebagai bagian dari proses penyelidikan.

 

Jasad bayi kemudian menjalani pemeriksaan luar atau visum et repertum oleh dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak.

 

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi.

 

Dokter juga menemukan kondisi jasad yang telah mengalami pembusukan.

 

Pada ujung jari tangan bayi ditemukan kerutan. Berdasarkan pemeriksaan medis, kondisi tersebut merupakan tanda bahwa bayi ketika masih hidup berada di dalam air.

 

Pemeriksaan juga menemukan bibir bayi berwarna merah kebiruan. Selain itu, terdapat cacat bawaan pada bibir bagian atas yang berasal dari kandungan.

 

“Kami masih menunggu dan mendalami hasil pemeriksaan medis. Dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi. Kondisi jasad juga sudah mengalami pembusukan,” ujar Ade.

 

Polisi tidak berhenti pada pemeriksaan luar. Penyidik berkoordinasi dengan pihak forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pengambilan jaringan tubuh berupa tulang sebagai sampel DNA.

 

Sampel tersebut akan menjadi salah satu bagian penting dalam proses identifikasi korban.

 

Untuk kepentingan penyelidikan, polisi mengamankan sejumlah barang yang ditemukan bersama jasad bayi.

 

Barang tersebut berupa satu helai baju bayi lengan pendek warna putih bermotif dinosaurus, satu helai celana panjang bayi warna putih bermotif dinosaurus, satu pasang kaus kaki bayi warna putih, satu helai kain batik warna cokelat, satu buah popok bayi merek Merries warna putih, serta satu buah klem plastik pengikat tali pusat.

 

Barang-barang tersebut diamankan untuk mendukung proses penyelidikan dan identifikasi.

 

Ade mengatakan, polisi juga telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian di TKP, mulai dari pemotretan umum dan khusus, analisis lokasi, pemeriksaan TKP, hingga pemeriksaan terhadap saksi.

 

“Penyidik masih mendalami identitas bayi, asal-usul korban, serta rangkaian peristiwa sampai jasad bayi ditemukan di aliran sungai. Kami tidak ingin berspekulasi sebelum seluruh hasil pemeriksaan dan penyelidikan diperoleh,” katanya.

 

Saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengurai kasus tersebut.

 

Identitas bayi maupun orang tua atau pihak yang berkaitan dengan korban belum diketahui. Polisi juga belum menyimpulkan adanya tindak pidana tertentu karena penyelidikan masih berlangsung.

 

Polres Kubu Raya mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan bayi tersebut atau memiliki informasi terkait penemuan jasad bayi di aliran Sungai Ambangah agar segera melapor kepada kepolisian.

 

Bagi penyidik, setiap informasi sekecil apa pun dapat menjadi potongan penting untuk menjawab satu pertanyaan utama, bagaimana bayi perempuan itu bisa berakhir di aliran sungai tersebut. (m@nk)