eQuator, KUBU RAYA - Gubernur Kalbar, Ria Norsan bersama jajaran pemerintah pusat meninjau langsung progres Program Penanganan Sarana dan Prasarana Permukiman Kumuh di Desa Parit Baru, Kabupaten Kubu Raya, Senin (02/03/2026).
Peninjauan tersebut turut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Bupati Kubu Raya Sujiwo.
Kunjungan dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa pengawasan menjadi kunci agar program yang dibiayai APBN tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami datang ke sini bersama Pak Mendagri dan Pak Gubernur untuk melihat langsung hasil pekerjaan di lapangan,” ujar Maruarar.
Ia menambahkan bahwa proyek dengan nilai kontrak Rp7.339.776.247,84 itu harus dijaga kualitasnya secara menyeluruh.
“Proyek senilai lebih dari 7 miliar rupiah ini harus dipastikan kualitasnya, mulai dari jalan hingga drainase, agar warga Desa Parit Baru tidak lagi mengalami kendala lingkungan yang buruk,” tegasnya.
Berdasarkan data di lapangan, penataan kawasan seluas 19,92 hektare tersebut mencakup pembangunan jalan lingkungan sepanjang 2.565,70 meter, drainase 2.001,47 meter, penyediaan 90 unit sarana persampahan, serta 4 unit proteksi kebakaran.
Sementara itu, Gubernur Ria Norsan menjelaskan bahwa Desa Parit Baru menjadi prioritas karena tingkat kekumuhan yang cukup tinggi dan membutuhkan penanganan komprehensif.
“Alhamdulillah, Parit Baru ini merupakan sasaran utama untuk pemugaran dan pembangunan kembali lokasi atau lingkungan yang kumuh,” kata Norsan di sela-sela peninjauan.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat secara konsisten menjalankan program bedah rumah di 14 kabupaten/kota sebagai bagian dari strategi pengentasan kawasan kumuh.
“Kita sudah punya program juga untuk bedah rumah ini di Provinsi Kalimantan Barat, dan kita menyebar di setiap kabupaten/kota. Rumah yang tidak layak huni kita baguskan, kemudian juga lingkungannya kita tata kembali. Setiap tahun kita ada program itu,” jelasnya.
Norsan juga menyoroti kondisi permukiman padat di sepanjang Jalan Adisucipto, Kabupaten Kubu Raya, yang dinilai menjadi salah satu titik dengan konsentrasi kawasan kumuh tertinggi.
“Yang paling banyak memang Kabupaten Kubu Raya ini, terutama di jalur Jalan Adisucipto karena memang penataannya dari dulu sudah seperti ini. Dinding bertemu dinding, dempet-dempetan, kemudian saluran macet semua. Makanya direnovasi di sini, dipilih di sini,” pungkasnya.
Melalui program ini, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan bagi 3.492 jiwa warga Desa Parit Baru, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan permukiman yang sehat dan layak huni di Kalimantan Barat. (m@nk)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar