eQuator, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban kecelakaan helikopter PK-CFX di wilayah Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan atas nama masyarakat Kalimantan Barat mengucapkan bela sungkawa dan berduka cita yang sangat dalam kepada Keluarga Korban, dan juga kepada almarhum," katanya saat di Rumah Sakit Dokkes Bhayangkara Kalbar, Jumat (17/04/2026).
"Mudah-mudahan almarhum diberikan tempat di sisi Allah Tuhan yang Maha Kuasa, dan kepada keluarga korban yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran," sambung Norsan.
Gubernur juga berharap agar dilakukan investigasi secara menyeluruh terkait penyebab musibah ini. Sebagai upaya evaluasi agar kejadian ini tidak terulang kembali di kemudian hari.
Norsan juga turut mengapresiasi gerak cepat tim di lapangan dalam mencari keberadaan puing-puing dan korban helikopter tersebut.
"Tak lupa, saya selaku kepala daerah menyampaikan terima kasih kepada tim SAR dan TNI/Polri, dan dibantu oleh masyarakat serta semua pihak yang telah bertugas dan melakukan pencarian ini dengan baik, dan alhamdulillah jenazah seluruhnya dapat dievakuasi di rumah sakit ini," tuturnya.
Dirinya juga meminta kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk memberikan ruang bagi instansi berwenang agar seluruh proses berjalan dengan optimal dan sesuai prosedur yang ada.
“Saya juga mengimbau kepada Masyarakat Kalimantan Barat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dengan jelas dan benar, dan mengikuti informasi dari pihak yang berwenang," imbuhnya.
"Mari semua unsur stakeholder kita bersinergi dalam penanganan kejadian ini dan juga mengusut tuntas bagaimana kejadian ini supaya kedepannya kecelakaan-kecelakaan seperti ini tidak terulang kembali," timpal Norsan.
Sementara itu, Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto menjelaskan bahwa Basarnas bersama TNI/Polri telah melakukan pencarian bersama-sama hingga tadi malam ditemukan helikopter tersebut. Di mana posisi dan geografis lokasi penemuannya dibutuhkan waktu untuk menjangkaunya.
Kapolda menjelaskan bahwa helikopter nahas ini awalnya hilang kontak pada Kamis (16/04/2026) kira pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, helikopter tersebut berangkat dari helipad PT Citra Mahkota (CNA) di Desa Nanga Keroak, Kecamatan Manukung, Kabupaten Melawi pada pukul 07.34 WIB. Dijadwalkan tiba pada pukul 08.50 WIB di helipad PT Graha Agung Nusantara di Dusun Teluk Bakung, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
"Pada saat perjalanan helikopter tersebut mengalami lost contact sehingga diinformasikan kepada pihak-pihak terkait untuk mengkoordinir pencarian dengan koordinat berada di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Pada pukul 18.50 WIB, TNI/Polri berhasil menemukan posisi jatuhnya helikopter, dan dari hasil temuan di lokasi seluruh penumpang dinyatakan meninggal dunia," terangnya.
Kapolda Kalbar mengatakan dikarenakan jarak lokasi yang cukup jauh hingga menempuh 1 jam 30 menit dengan medan yang berat dan terjal akhirnya pencarian pada malam hari dihentikan. Dilanjutkan keesokan harinya sekitar pukul 06.00 WIB.
Helikopter dipiloti oleh Kapten Marindra dan Co Pilot Harun A Rasid dengan jumlah penumpang sebanyak enam orang yaitu Patrick, Peter, Charles, Joko, Fauzi, dan Sugito.
Kapolda Kalbar mengungkapkan saat ini pihaknya masih menunggu konfirmasi sidik jari satu orang warga negara asing untuk memastikan identitasnya. (r/m@nk)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar