EQUATOR, SANGGAU - Kebarakan Hutan dan Lahan (Karhutla) kerap menjadi “agenda” rutin ketika musim kemarau di Kabupaten Sanggau. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sanggau, Sigit Purnomo menyebut setidaknya ada empat wilayah yang menjadi “langganan” Karhutla di Sanggau.
“Tayan, Balai Karangan, Kembayan dan Kapuas. Yang kemarin (tahun 2025, red) itu cukup berat itu daerah Tayan karena ada lahan gambut di sana,” sebutnya, Sabtu (30/05/2026).
Sigit mengatakan saat ini, BPBD Sanggau tengah bersiap-siap mengantisipasi Karhutla, mengingat Juni 2026, sesuai prediksi BMKG, akan memasuki musim kemarau. Meski diakuinya untuk sarana dan prasarana (Sapras) masih belum mencukupi.
“Kalau bicara cukup, ya memang belum cukup. Perlu adanya penambahan Sapras,” kata dia.
Sigit menyebut hingga pertengahan Juni, berdasarkan prediksi BMKG, masih akan ada hujan, meski tak begitu lebat. Berdasarkan pengalama yang sudah-sudah, Karhutla lebih diakibatkan ulah manusia. Umumnya membuka lahan dengan cara membakar. Pembakaran tersebut biasanya merambat ke lahan-lahan di luar pengelolaan masyarakat.
“Namun kita juga tidak bisa menyalahkan masyarakat, karena sudah menjadi kebiasaan,” ucapnya.
Untuk antisipasi agar tidak meluas, kata Sigit, BPBD Sanggau memberikan imbauan maupun penyuluhan kepada masyarakat, terkait kondisi-kondisi rawan kebakaran.
“Ada plang-plang imbauan kita jangan membakar hutan karena daerah tersebut rawan kebakaran. Kita juga meminta masyarakat jika membakar agar melaporkan aparat setempat,” imbaunya. (Ram)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar