EQUATOR, KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan pentingnya integritas, tanggung jawab, dan orientasi pelayanan kepada masyarakat dalam pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bidang kesehatan. 

 

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola BLUD Kesehatan di Qubu Suites Hotel, Sungai Raya, Jumat (09/10/2026). 

 

Sujiwo mengingatkan bahwa jabatan dan kepercayaan yang diberikan oleh negara serta masyarakat merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya secara administratif, tetapi juga secara moral dan spiritual.

 

“Ketika langit terbelah nanti, jabatan kita akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. Itu yang harus selalu kita ingat. Kita semua terikat dengan sumpah jabatan, dan salah satu poin terpentingnya adalah mendahulukan kepentingan rakyat di atas kepentingan lainnya,” tegas Sujiwo.

 

Ia menekankan bahwa pengelolaan BLUD kesehatan tidak boleh semata-mata berorientasi pada aspek administratif maupun pengelolaan keuangan. Lebih dari itu, seluruh kebijakan dan keputusan harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan serta kemudahan masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan. 

 

Sujiwo mengingatkan bahwa kepercayaan adalah sesuatu yang sangat berharga. Karena itu, kesempatan untuk mengemban tanggung jawab sebagai pimpinan maupun pengelola layanan publik harus dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kepentingan masyarakat.

 

“Amanah dan kepercayaan dari Tuhan, negara, dan rakyat itu terlalu mahal kalau kita sia-siakan. Banyak orang ingin mendapatkan jabatan dan tanggung jawab, tetapi ketika kepercayaan itu sudah diberikan, jangan sampai justru tidak kita jalankan dengan sungguh-sungguh,” tuturnya mengingatkan.

 

Selain menekankan aspek moral dan integritas, Sujiwo mendorong jajaran perangkat daerah untuk membangun pola kerja yang efektif, responsif, dan tidak berbelit-belit. 

 

Menurutnya, penyelesaian persoalan pelayanan publik tidak selalu harus menunggu rapat formal, selama koordinasi, komunikasi, dan pembagian tanggung jawab dapat dilakukan secara cepat dan tepat. 

Ia mencontohkan pemanfaatan komunikasi digital untuk menampung aspirasi, mengidentifikasi persoalan, serta meneruskan permasalahan kepada perangkat daerah terkait agar segera ditindaklanjuti.

 

“Pola kerja kita harus sederhana, tetapi hasilnya nyata. Ketika ada persoalan, segera koordinasikan, tentukan siapa yang bertanggung jawab, kemudian tuntaskan. Jangan sampai masyarakat harus menunggu terlalu lama hanya karena urusan birokrasi,” katanya.

 

Menurut Sujiwo, efektivitas kerja menjadi semakin penting karena masa jabatan lima tahun berjalan sangat singkat. Oleh sebab itu, setiap kesempatan harus dimanfaatkan untuk menghadirkan perubahan dan hasil nyata bagi masyarakat. 

 

Dirinya berharap para kepala puskesmas, jajaran pengelola BLUD, dan seluruh tenaga kesehatan dapat menjadikan kegiatan bimtek sebagai momentum memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di Kabupaten Kubu Raya. Keberhasilan tata kelola BLUD pada akhirnya harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, baik melalui peningkatan kualitas pelayanan, profesionalisme tenaga kesehatan, maupun pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab.

 

“Rakyat harus menjadi prioritas. Negara ini milik rakyat, dan tugas kita sebagai aparatur adalah memberikan pelayanan yang terbaik. Jangan sia-siakan amanah yang sudah diberikan. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, jaga integritas, dan pastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari pelayanan yang kita berikan,” pungkasnya. (sya)