EQUATOR, KETAPANG - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo secara resmi melepas 32 siswa-siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 52 Tahun Ajaran 2026/2027 yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Pontianak, Senin (27/07/2026).
Sebanyak 32 peserta didik yang terdiri dari jenjang SD dan SMA diberangkatkan untuk mengikuti program Sekolah Rakyat yang diselenggarakan pemerintah sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
Bupati dalam sambutannya menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk terus memperjuangkan pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Ketapang agar ke depan peserta didik tidak perlu menempuh pendidikan di luar daerah.
Menurutnya, komunikasi dengan Kementerian terkait terus dilakukan dan proses pemenuhan berbagai persyaratan administrasi sedang berjalan. Ia optimistis pembangunan Sekolah Rakyat di Ketapang dapat segera terealisasi.
"Kami telah menjalin komunikasi yang baik dengan pihak kementerian. Mudah-mudahan dalam waktu tidak lama seluruh persyaratan dapat diselesaikan sehingga Sekolah Rakyat permanen bisa segera dibangun di Kabupaten Ketapang," ujar Bupati.
Bupati juga mengajak para orang tua untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan pemerintah melalui program Sekolah Rakyat. Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap warga negara sekaligus jalan untuk meningkatkan kualitas hidup dan memutus rantai kemiskinan.
"Pendidikan yang layak adalah kesempatan untuk mengubah masa depan. Manfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya demi masa depan anak-anak kita," katanya.
Alex mengungkapkan bahwa Ketapang menjadi daerah pertama di Kalimantan Barat yang memperoleh program Sekolah Rakyat sebelum kemudian disusul Kota Pontianak dan daerah lainnya.
"Saya menilai keberhasilan pelaksanaan tahun pertama menjadi modal penting untuk pengembangan program pada tahun kedua," tambahnya. (dul)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar