EQUATOR, KUBU RAYA – Opini Wajar Tanpa Pengecualian ke-12 berturut-turut dari BPK RI tak membuat Bupati Kubu Raya Sujiwo besar kepala. Ia justru mengingatkan jajarannya: WTP bukan garis finish, tapi alarm agar setiap rupiah APBD benar-benar sampai ke rakyat. Penegasan itu disampaikan Sujiwo usai rapat paripurna pertanggungjawaban APBD 2025 di DPRD Kubu Raya, Senin (15/06/2026).

 

"WTP bukan akhir perjuangan. Justru harus bikin kita lebih hati-hati. Jangan sampai lengah," tegasnya.

 

Bagi Sujiwo, predikat WTP hanya nilai administratif. Tolok ukur sebenarnya sederhana: apakah anggaran dirasakan manfaatnya oleh warga Kubu Raya.

 

"Yang utama, setiap rupiah harus untuk kepentingan rakyat. Harus bawa manfaat nyata," ujarnya.

 

Ia mengakui capaian 12 tahun WTP bukan kerja solo. Kolaborasi eksekutif-legislatif, Forkopimda, dunia usaha, hingga media disebutnya jadi kunci.

 

"TNI-Polri, Kajari, DPRD, Pengadilan, pelaku usaha, sampai teman-teman media. Semua saling menguatkan," kata Sujiwo.

 

Di akhir, ia menutup dengan pesan: kepercayaan publik lebih mahal dari piagam penghargaan. (sya)