EQUATOR, PONTIANAK – Tradisi merayakan kemerdekaan dengan cara berbeda kembali berlanjut. Tiga pelari asal Pontianak menantang diri menempuh jarak sekitar 350 kilometer dari Pontianak, Indonesia menuju Kuching, Malaysia secara estafet. Mereka adalah Thomas, Tju Hok Ui, dan Sutrisno yang tergabung dalam Uber Running Crew.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melepas start mereka dari Anzon Toyota Pontianak, Sabtu (22/08/2026) pagi. Mereka diantar rekan lainnya hingga bundaran Gofaraya, Kubu Raya, untuk selanjutnya melanjutkan lari secara estafet menuju PLBN Entikong, kemudian melanjutkan perjalanan dari Tebedu Immigration Complex hingga diperkirakan finis di Cat Statue, Sarawak, Senin (24/08/2026) pagi.
“Ini kegiatan yang positif dan membanggakan. Para pelari tidak hanya menantang diri menempuh jarak jauh, tetapi juga membawa nama Pontianak dalam semangat kemerdekaan, sportivitas, dan persahabatan dengan negara tetangga,” ujar Edi.
Edi menilai, kegiatan yang dimulai dari Pontianak menuju Kuching, Sarawak, tersebut dapat menjadi ruang mempererat hubungan masyarakat di wilayah perbatasan. Ia berharap kolaborasi komunitas pelari Pontianak dan Malaysia dapat berkembang menjadi agenda olahraga bersama yang lebih luas.
“Kita berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi event-event olahraga lintas batas lainnya," katanya.
Salah satu pelari, Sutrisno menjelaskan lari jarak jauh ini dirancang dengan sistem estafet atau relay. Setiap pelari akan bergiliran berlari selama sekitar 60 menit atau menempuh jarak kurang lebih 10 kilometer. Sistem tersebut diterapkan agar seluruh pelari tetap dapat menyelesaikan tantangan dengan kondisi fisik yang baik. Apalagi jarak Pontianak–Kuching membutuhkan pengaturan tenaga, waktu istirahat, dan koordinasi perjalanan yang matang.
“Untuk menempuh jarak 350 kilometer ini, kami merancangnya dalam sistem estafet bergiliran. Tujuannya agar setiap pelari dapat menyelesaikan tantangan dengan kondisi yang tetap baik,” jelasnya.
Ia menyebut, secara umum para peserta tidak menjalani program latihan fisik khusus. Sebab, pelari yang terlibat sudah terbiasa berlari jarak jauh dan memiliki pengalaman mengikuti marathon. Meski demikian, persiapan administrasi dan koordinasi perjalanan telah dilakukan sejak awal tahun. Pihaknya telah berkoordinasi terkait perizinan dengan Konsulat Malaysia di Pontianak, KJRI di Kuching, serta instansi terkait di Malaysia.
Setelah memasuki wilayah Malaysia melalui Tebedu Immigration Complex, para pelari Pontianak akan didampingi pelari Malaysia yang dikoordinasikan oleh Alpha Sport Event. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan persahabatan antarkomunitas pelari di dua negara.
“Dengan kegiatan seperti ini, kami berharap dapat menstimulasi kegiatan lari lain antar dua wilayah perbatasan,” katanya.
Ia menambahkan, jaringan persahabatan antarpelari dapat membuka peluang keikutsertaan bersama dalam berbagai event olahraga di masing-masing negara. Kegiatan seperti ini juga diharapkan dapat menjadi bagian yang lebih kuat dalam kerja sama sosial ekonomi Malaysia–Indonesia, khususnya bidang olahraga.
“Dengan adanya jaringan persahabatan antarpelari, kita bisa saling meningkatkan kolaborasi dan keikutsertaan event olahraga di masing-masing negara. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat diakomodir lebih lanjut,” pungkasnya. (m@nk)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar