EQUATOR, KAYONG UTARA - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 berakhir. Ajang yang diikuti 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat tersebut ditutup di Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (08/08/2026).
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo dan Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, didampingi Sekretaris Daerah, Repalianto hadir langsung dalam acara penutupan.
Dalam MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Ketapang berhasil menempati peringkat keenam dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo menyebut bahwa capaian tersebut menjadi buah dari perjuangan dan kerja keras seluruh Kafilah Kabupaten Ketapang.
"Mulai dari para peserta, pelatih, pendamping, official hingga jajaran LPTQ dan seluruh pihak yang memberikan dukungan selama MTQ berlangsung," kata Alexander Wilyo.
Menurut Alex, prestasi Ketapang tidak hanya terlihat dari hasil perlombaan pada berbagai cabang musabaqah. Pada rangkaian kegiatan pendukung MTQ, Ketapang telah berhasil menorehkan prestasi membanggakan.
"Dalam Pawai Ta’aruf MTQ XXXIV, mobil hias Kabupaten Ketapang berhasil meraih Juara I. Sementara itu, stand pameran Kabupaten Ketapang meraih Juara Harapan I," sebutnya.
Dia menilai capaian itu menjadi pelengkap perjalanan Kafilah Ketapang dalam mengikuti MTQ XXXIV Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara.
"Sekaligus menunjukkan bahwa semangat membumikan Alquran di Ketapang terus tumbuh melalui prestasi, kreativitas, kebersamaan, dan partisipasi masyarakat," lanjutnya.
Bagi Kabupaten Ketapang, capaian yang diraih menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan generasi Qur’ani secara berkelanjutan. Sekaligus memperkuat kebersamaan dan potensi daerah.
"Pada akhirnya, MTQ bukan hanya tentang siapa menjadi juara, tetapi bagaimana Alquran terus hidup dalam kehidupan masyarakat, membentuk generasi berprestasi, berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi kemajuan daerah," ungkap Alex.
Di sisi lain, pelaksanaan MTQ memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Kehadiran peserta, official, pendamping, dan masyarakat turut menggerakkan UMKM, kuliner, perdagangan, transportasi, jasa penginapan, serta berbagai usaha masyarakat.
Keikutsertaan Ketapang melalui stan pameran juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah dan produk unggulan masyarakat.
"Dengan demikian, MTQ tidak hanya menjadi ruang syiar dan pembinaan Alquran, tetapi juga menjadi sarana memperkuat promosi daerah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat," timpalnya. (dul)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar