EQUATOR, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya Sujiwo menyoroti kemunduran sektor pertanian di Kubu Raya selama empat tahun terakhir. Karena itu, ia meminta Dinas Pertanian bersama para penyuluh untuk aktif turun langsung ke kelompok tani guna mengetahui persoalan di lapangan. Hal itu disampaikan Sujiwo saat menghadiri panen raya raya Kelompok Tani (Poktan) Tunas Harapan Satu di lahan Parit Ngabeh, Jalan Angkasa Pura II, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Selasa (14/07/2026).
"Panen raya di Parit Ngabeh ini luasannya kurang lebih enam hektare dengan varietas padinya empat bulan. Hasilnya lumayan. Kehadiran saya bersama Kadis Pertanian harapannya bisa membangun kembali semangat petani," kata Sujiwo.
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah alih fungsi lahan. Banyak petani beralih dari padi, palawija, dan hortikultura ke sawit karena dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi.
"Kita tidak bisa menyalahkan masyarakat. Dengan menanam sawit mereka bisa menyekolahkan anak. Kalau negara melihatnya, pada akhirnya tujuannya untuk kesejahteraan," katanya.
Namun, Sujiwo menilai negara selama ini kurang hadir untuk petani. Karena itu, ia meminta Kepala Dinas Pertanian dan para penyuluh pertanian lapangan untuk 90 persen waktunya berada di lapangan.
"Saya minta tolong dengan Kadis Pertanian, banyakkan di lapangan. Hadir ke petani, kelompok tani, ditanya apa persoalannya. Apa yang perlu kita bantu, apa yang perlu kita support, apakah pupuknya, racun tikus, pestisida, alsintan, dan lain sebagainya," tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemetaan lahan dan kelompok tani. Lahan produktif harus dipertahankan dan kelompok tani yang eksis harus diberi perhatian.
"Kuncinya di situ saja. Skemakan mana lahan-lahan yang betul-betul produktif yang harus kita pertahankan. Mana kelompok-kelompok tani yang betul-betul mereka eksis, harus kita berikan atensi dan perhatian," ucapnya.
Di kesempatan itu, Sujiwo menanggapi usulan bantuan alsintan dari kelompok tani. Ia berjanji akan menyalurkan bantuan traktor rotari pada September mendatang.
"Tadi ada usulan untuk traktor yang rotari, insyaallah di bulan September, nanti diingatkan Kadis, kita akan serahkan bantuannya. Tidak terlalu mahal, tidak sampai 40 juta. Kita pastikan kita akan bantu," tegasnya.
Sujiwo menyadari tekanan alih fungsi lahan di Kubu Raya cukup besar karena wilayah ini berbatasan langsung dengan Kota Pontianak dan menjadi daerah penyangga ibu kota Kalimantan Barat. Pengembangan perumahan dan pergudangan dinilai ikut menggerus area pertanian. Meski begitu, dirinya menyebut adanya lahan sawah yang dilindungi (LDS) akan membantu menjaga lahan produktif tetap ada.
"Maka pesan saya kepada Kadis dan jajarannya, pegang amanah dari Tuhan ini, pegang kepercayaan dari rakyat, pegang kepercayaan dari negara, supaya melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya," tutupnya. (sya)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar