eQuator, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meminta PT Pertamina memastikan distribusi dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU tetap terjaga, menyusul antrean panjang yang terjadi di sejumlah daerah. Hal itu disampaikan Norsan usai bertemu Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, di Pendopo Gubernur Kalbar, Jumat (20/03/2026).

 

Dalam pertemuan tersebut, Norsan mengungkapkan bahwa berdasarkan penjelasan Pertamina, stok BBM di Kalimantan Barat sebenarnya dalam kondisi cukup. Namun, lonjakan antrean dipicu oleh perilaku masyarakat yang melakukan pembelian berlebihan.

 

“Dari penjelasan Pertamina, stok BBM kita sebenarnya mencukupi. Antrean ini lebih kepada panic buying di masyarakat,” kata Norsan.

 

Meski demikian, ia meminta Pertamina tidak hanya memastikan ketersediaan, tetapi juga mempercepat distribusi agar tidak terjadi kekosongan di SPBU. Menurutnya, pengisian tangki harus dilakukan sebelum stok habis agar tidak memicu antrean panjang.

 

Norsan juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

 

“Saya imbau masyarakat tidak perlu panik. Stok BBM cukup, yang penting distribusinya diatur dengan baik supaya tidak terjadi penumpukan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Isfahani memastikan bahwa pasokan BBM untuk wilayah Kalimantan Barat berada dalam kondisi aman dan terkendali.

 

Ia mengatakan, Pertamina akan mengoptimalkan layanan di lapangan, termasuk dengan memperpanjang jam operasional SPBU di wilayah yang mengalami antrean.

 

“Kami pastikan pasokan aman. Kami juga akan mengoptimalkan pelayanan, termasuk penambahan jam operasional SPBU di beberapa titik,” kata Isfahani.

 

Selain itu, Pertamina berkomitmen memperlancar distribusi BBM agar antrean yang terjadi saat ini dapat segera terurai dan pelayanan kepada masyarakat kembali normal. (m@nk)