EQUATOR, KAYONG UTARA – Kabut misteri menyelimuti Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Seorang Tenaga Harian Lepas (THL) tukang bor dikabarkan tewas akibat dugaan kecelakaan kerja pada Selasa (12/05/2026) dini hari.
Ironisnya, jasad korban baru ditemukan sehari setelah kejadian, tepatnya pada Rabu (13/05/2026) waktu subuh. Sekujur tubuh korban membiru.
"Kejadian persisnya gak ada yang tahu. Tiba-tiba dapat kabar, ada yang mati dan sekujur badannya membiru," ungkap salah seorang pekerja KIPP yang namanya enggan disebutkan, Kamis (21/05/2026).
Korban dilaporkan merupakan buruh PT Kayong Aluminium Nusantara (KAN) yang diperbantukan untuk PT Dharma Inti Bersama (DIB). Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih menyisakan tanda tanya besar.
"Sampai sekarang, pelakunya masih abu-abu," ucapnya.
Dia pun mengungkapkan ternyata kasus kecelakaan kerja tersebut bukan yang pertama kali terjadi. Kurun waktu April hingga Mei 2026 saja, ada tiga nyawa pekerja yang melayang di kawasan tersebut.
"Ketika ada kejadian ini, sinyal di KIPP langsung di-shutdown (dimatikan)," ketusnya.
Sementara itu, dikutip dari JURNALIS.co.id, Kapolres Kayong Utara, AKBP Adi Prabowo membenarkan adanya peristiwa kematian pekerja di kawasan industri Pulau Penebang.
"Betul, kejadian tanggal 12 Mei 2026," katanya.
Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan mendalam dan memeriksa sejumlah pekerja dan saksi.
"Betul, sudah berproses pemeriksaan terhadap beberapa karyawan. Lebih jelasnya silakan hubungi Kasat Reskrim," pungkas Kapolres.
Upaya konfirmasi yang layangkan JURNALIS.co.id kepada Vice President Corporate Communication PT DIB, Prisca Niken, belum mendapatkan respons sama sekali. (m@nk)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar