EQUATOR, KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian budaya Robo-Robo sekaligus membenahi wajah Kecamatan Sungai Kakap agar lebih tertata dan bersih. Menurutnya, Sungai Kakap memiliki potensi budaya dan sejarah yang luar biasa. Selain itu, wilayah ini juga memiliki nilai ekonomi dari aktivitas masyarakat pesisir seperti pembuatan dan perbaikan kapal, selain perdagangan hasil laut.

 

Kegiatan Robo-Robo sendiri tahun ini dilaksanakan lebih meriah. Di mana pemerintah daerah membagikan tenda warna-warni secara gratis dan menata lokasi agar lebih layak dikunjungi.

 

“Tahun ini Alhamdulillah tendanya lebih besar, warna-warni. Kita bagikan gratis, kita tata. Saya berharap tahun depan pengelolaannya harus lebih keren lagi,” kata Bupati Sujiwo saat menghadiri ritual budaya Robo-Robo di Kecamatan Sungai Kakap, Rabu (12/08/2026).

 

Agar pengunjung dari Kota Pontianak dan kabupaten lain terkesan, Sujiwo juga telah menyiapkan sejumlah petugas kebersihan khusus untuk area kegiatan. Namun, ia tetap mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

 

“Jangan mentang-mentang sudah ada petugas kebersihan lalu membuang sampah (sembarangan). Ini budaya kita, warisan leluhur. Kita yang harus menjaga, mencintai, merawat, dan menghidupkan,” tegasnya mengajak.

 

Sujiwo menyebut penataan kawasan Robo-Robo dilakukan dengan konsep gotong royong. Dari total kebutuhan, hanya Rp100 juta yang dibiayai dari APBD. Selebihnya dikumpulkan melalui swadaya sejumlah elemen masyarakat.

 

“Kami datangkan grup band, menghadirkan artis dari Pontianak. Semua tanpa membebani APBD. Alhamdulillah hasilnya cantik, masyarakat bahagia melihat perkembangan ini,” ucapnya.

 

Lebih lanjut ia juga menyampaikan rencana pembangunan delapan kios senilai Rp400 juta di lokasi Robo-Robo. Satu kios yang semula dihargai Rp50 juta akan diberikan gratis kepada pedagang. Ke depan, area tersebut akan dijadikan Pusat Jajanan Selera Rakyat atau Pujasera.

 

“Setiap malam Sabtu dan Minggu kita adakan panggung kreasi. Anak-anak silat, penari, pemantun, silakan tampil. Jangan hanya hiburan dari luar. Kita tampilkan anak-anak kita sendiri supaya mentalnya terbentuk dan berani,” jelasnya.

 

Selain budaya, Sujiwo juga mendorong pembenahan infrastruktur. Ia meminta Dinas Perhubungan menuntaskan penerangan jalan umum dari Parit Jadeh hingga Jalan Raya Sungai Kakap pada tahun depan. Jalur dari Desa Sungai Kakap-Sungai Itik-Sungai Rengas juga akan dituntaskan bertahap. Tujuannya agar Sungai Kakap memiliki dua jalur lingkar dengan kondisi jalan mulus, penerangan baik, dan penataan taman yang indah.

 

“Target saya tahun depan wajah Kecamatan Sungai Kakap benar-benar seperti kota. Jalan mulus, terang, lingkarannya bagus, kanan kiri ada tanaman,” pungkasnya. (sya)