EQUATOR, KETAPANG - Konferensi Cabang (Konfercab) XVI dan Musyawarah Kohati Cabang (Muskohcab) X Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ketapang resmi dibuka, Jumat (28/08/2026) malam. 

 

Kegiatan bertajuk 'Revitalisasi HMI Cabang Ketapang: Memperkuat Regenerasi untuk Mewujudkan Stabilitas Kaderisasi Progresif dan Berintegritas' tersebut dibuka Bupati Ketapang, Alexander Wilyo. 

 

Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menyebut bahwa Konfercab menjadi momentum penting bagi HMI untuk memperkuat proses kaderisasi. Sekaligus menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah di masa depan. 

 

Alex memandang penyelenggaraan Konfercab dan Muskohcab HMI bukan sekadar agenda organisasi. Melainkan bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun SDM yang unggul, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. 

 

"Saya mengapresiasi dan mendukung penuh terhadap eksistensi HMI sebagai organisasi mahasiswa yang selama ini dikenal aktif melahirkan kader-kader intelektual, dan pemimpin di berbagai bidang," kata Alexander. 

 

Alex mengaku, telah mengenal HMI sejak lama, dan melihat adanya kesamaan semangat antara nilai-nilai yang diperjuangkan organisasi dengan cita-cita pembangunan Ketapang yang berkeadilan, maju, dan mandiri.

 

“Karena itu, saya berharap HMI yang didalamnya terdapat para kaum intelektual, dapat menjadi agen perubahan di Kabupaten Ketapang," harapnya. 

 

Dia menilai, Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual. Tidak hanya dituntut kritis terhadap berbagai persoalan sosial, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan gagasan konstruktif bagi kemajuan daerah.

 

"Melalui Konfercab dan Muskohcab HMI ini, semoga melahirkan kepemimpinan baru yang berintegritas, visioner, serta memiliki komitmen kuat untuk membawa organisasi semakin maju dan bermanfaat bagi masyarakat," sambungnya. 

 

Buka Ruang Dialog Pemerintah dan Mahasiswa

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berkeinginannya untuk mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dan organisasi-organisasi mahasiswa di Kabupaten Ketapang.

 

Menurutnya, Mahasiswa merupakan mitra strategis pemerintah yang memiliki energi, idealisme, dan kemampuan intelektual yang dapat menjadi kekuatan penting dalam pembangunan daerah.

 

Alex pun berencana menggelar dialog secara rutin bersama organisasi mahasiswa guna membahas berbagai isu pembangunan, mendengarkan aspirasi generasi muda, sekaligus menyampaikan arah kebijakan pemerintah daerah.

 

“Tidak hanya sesaat dalam seremoni setahun sekali, tetapi bisa dijadwalkan secara rutin. Saya ingin berdialog, menyampaikan pesan-pesan pemerintah, sekaligus mendengar harapan dan masukan dari para mahasiswa," ungkapnya. 

 

Dia memastikan, Ketapang dibawah kepemimpinannya terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa. Namun kritik tersebut diharapkan lahir dari niat baik, disampaikan secara objektif, serta didasarkan pada data dan fakta. 

 

“Saya bukan orang yang anti kritik. Saya terbuka dengan kritik, apalagi kritik itu punya niat baik untuk kemajuan daerah Ketapang, termasuk untuk kemajuan kinerja saya sebagai Bupati Ketapang," ujarnya. 

 

Ajak Mahasiswa Berperan Tangani Karhutla

Selain membahas kaderisasi dan kepemimpinan, Bupati juga mengajak HMI dan seluruh organisasi mahasiswa turut mengambil peran dalam membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tengah menjadi perhatian. 

 

Alex menilai, mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kepedulian terhadap persoalan lingkungan. Tetapi juga perlu hadir secara nyata di tengah masyarakat melalui aksi kemanusiaan dan edukasi publik.

 

“Bantu tugas kita, bantu para relawan. Apa yang bisa kita buat, mari kita bantu bersama. Kita action di lapangan," ajaknya.

 

Salah satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan, adalah membantu membagikan masker kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.

 

Kemudian turut serta memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan saat kualitas udara memburuk akibat asap.

 

Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk kepedulian sosial, sekaligus dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menekan dampak kesehatan akibat Karhutla, termasuk risiko ISPA. 

 

"Saya berharap kepengurusan HMI yang akan terpilih nantinya, mampu menjadi pelopor dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat," tambahnya. 

 

HMI Diminta Terus Berkontribusi untuk Daerah

Presidium MD KAHMI Ketapang, Theo Bernadhi mengatakan, Konfercab bukan hanya sekedar menjalankan amanah Konstitusi HMI dan memilih pemimpin. Tidak kalah penting adalah melahirkan gagasan - gagasan penting untuk untuk kepemimpin satu tahun mendatang. 

 

"Konfercab adalah forum tertinggi mengambil keputusan. Jangan hanya bicara pergantian pemimpim. Gagasan untuk terus berkontribusi terhadap daerah juga harus menjadi pembahasan," tutur Theo. 

 

Ke depan, ia berharap kepengurusan HMI dan Kohati Ketapang mampu melakukan evaluasi terhadap berbagai kekurangan yang ada. Sekaligus melanjutkan program-program baik yang telah dirintis sebelumnya.

 

"HMI harus terus menjadi organisasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan mencetak kader-kader yang siap mengabdi untuk masyarakat," pungkasnya. (dul)