EQUATOR, KUBU RAYA - Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam membuka Pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Keuangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Angkatan I Tahun Anggaran 2026 di Balai Diklat Keuangan Pontianak, Senin (05/10/2026).
Pelatihan bagi pengurus KDKMP itu diinisiasi dan difasilitasi Balai Diklat Keuangan Pontianak dan akan berlangsung hingga Desember 2026.
Yusran mengatakan pelatihan ini menjadi peluang dan model yang harus dibangun untuk meningkatkan kompetensi pengurus KDMP, khususnya dalam tata kelola keuangan dan manajemen koperasi.
"Ini merupakan kesempatan dan peluang yang memang harus kita bangun dalam rangka meningkatkan kompetensi, khususnya bagi pengurus KDMP. Secara teknis, termasuk tata kelola keuangan dan manajemen, ini dibantu dari Balai Diklat Keuangan," kata Yusran.
Ia berharap KDMP dapat menjadi instrumen penggerak perekonomian daerah di tengah upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen sesuai arahan Presiden, serta visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kita berharap besar KDMP ini bisa menjadi instrumen penggerak perekonomian di daerah kita," ujarnya.
Yusran menyebut saat ini terdapat sekitar 39 ribu UMKM berizin di Kubu Raya. Dengan wadah KDMP, UMKM diharapkan bisa tetap eksis dan berkembang, sehingga masyarakat merasakan peningkatan nilai dan manfaat usaha.
"Sehingga benar-benar masyarakat bisa merasakan peningkatan value, manfaat dari apa yang digelutinya selama ini," harapnya.
Pemerintah kabupaten, lanjut Yusran, akan mengoordinasikan dengan para pihak termasuk sumber pembiayaan dan perbankan untuk memfasilitasi kebutuhan pengembangan KDMP.
Menurutnya, KDMP nantinya akan merekrut UMKM sebagai anggota. Dengan kelembagaan koperasi, berbagai persoalan UMKM seperti kendala pemasaran, pertanian, perikanan, hingga ketergantungan pada tengkulak dapat teratasi.
"Berkaitan permodalan, KDMP bisa memfasilitasinya. Kita bisa fasilitasi KDMP untuk memperoleh permodalan seperti KUR dan lain sebagainya," jelasnya.
Selain permodalan, pembinaan teknis agar UMKM lebih profesional juga akan dilakukan melalui kerja sama dengan dinas-dinas sektoral yang siap turun langsung ke desa-desa.
Yusran mengatakan untuk pemasaran yang lebih luas, pemerintah kabupaten juga telah menyiapkan Perumda Aneka Usaha sebagai holding atau perusahaan induk agar produk UMKM dan koperasi dapat memenuhi permintaan pasar di luar daerah. (sya)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar