EQUATOR, KUBU RAYA – Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto mengapresiasi kegiatan Diskusi Kelompok Terarah (FGD) Perbaikan Tata Kelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (13/10/2026). 

 

Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). FGD mengangkat subtema evaluasi pengelolaan dan penguatan pengawasan program MBG.

 

"Mudah-mudahan dengan adanya pendalaman nanti, kita betul-betul dapat memperbaiki sesuai dengan tema perbaikan tata kelola dapur SPPG," kata Sukir – sapaan Sukiryanto.

 

Ia mengatakan peran mitra dan yayasan SPPG sangat besar dalam mendukung program prioritas Presiden. Mitra membangun gedung dan menyiapkan peralatan dengan modal mandiri, kemudian disewakan kepada pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Berbeda dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah. 

 

"Mitra ini luar biasa, bermodal sendiri membantu negara. Kita berharap pemerintah pusat memberikan toleransi dan kejelasan aturan agar mitra tidak terombang-ambing," ucapnya.

 

Sukir bersyukur pelaksanaan MBG di Kubu Raya dalam dua pekan terakhir berjalan lancar tanpa kendala. Sehingga distribusi makanan kepada anak sekolah penerima manfaat dapat dilakukan dengan baik. Namun, dirinya mengungkapkan masih banyak wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Kubu Raya yang belum tersentuh program MBG. Padahal sekitar 28 bangunan dapur sudah disiapkan mitra, namun baru kurang dari sepuluh yang terverifikasi dan beroperasi.

 

"Masyarakat di pesisir dan kepulauan sangat menantikan program ini. Sudah setahun bangunan menunggu untuk bisa dioperasionalkan," ungkapnya.

 

Terkait dukungan daerah, dia menyebut pembentukan Sub-Satgas MBG di Kubu Raya sudah berjalan, namun implementasi kebijakan teknis masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dari pemerintah pusat. Dirinya berharap organisasi yang menaungi mitra, seperti HIPMI dan gabungan mitra MBG lainnya, dapat bersatu menyuarakan aspirasi mitra ke pusat.

 

"Kalau 500 lebih mitra bergabung dalam satu organisasi, insyaallah suaranya bisa didengar. Harapan teman-teman mitra agar organisasinya betul-betul memperjuangkan nasib mereka," pungkasnya.

 

Hadir dalam FGD perwakilan Badan Gizi Nasional, Anggota DPR RI, pengurus organisasi mitra, dan para pengelola dapur SPPG se-Kalimantan Barat. (sya)