EQUATOR, KUBU RAYA – Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah mewujudkan industri kelapa sawit tanpa keterlibatan pekerja anak.
Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama Menuju Industri Sawit Bebas Pekerja Anak di Aula Bank Kalbar Cabang Kubu Raya, Selasa (02/06/2026).
Wabup akrab disapa Sukir ini menilai pelarangan saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan pekerja anak di perkebunan. Akar masalah ekonomi keluarga harus disentuh agar anak tidak terpaksa bekerja.
“Hari ini kita buka rapat koordinasi agar anak tidak terlibat jadi pekerja sawit. Kita sosialisasikan anak di bawah umur tidak boleh bekerja, tapi juga harus cari akar masalahnya. Bisa saja anak terpaksa kerja karena faktor ekonomi, sehingga perlu pembinaan dan perhatian,” ujarnya.
Sukir mengajak 27 perusahaan sawit yang beroperasi di Kubu Raya berperan aktif melindungi anak. Salah satunya lewat penyaluran dana CSR yang lebih transparan dan tepat sasaran.
“Tadi saya singgung ke pengusaha sawit agar CSR disalurkan secara transparan dan jelas dengan melibatkan pemerintah daerah untuk mengawal,” katanya.
Selain itu, Sukir menyoroti Dana Bagi Hasil DBH sawit. Menurutnya, daerah penghasil sawit masih menghadapi tantangan pemerataan pembangunan meski kontribusi sektor perkebunan ke daerah cukup besar.
Sukir juga berharap CSR perusahaan tidak hanya untuk fasilitas keagamaan. Tapi juga untuk mengatasi dampak langsung operasional perusahaan.
“CSR ini juga berguna mengantisipasi dampak perusahaan, misalnya jalan rusak. Jadi jangan hanya bangun masjid saja, tapi mari buat aturan agar CSR benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Melalui deklarasi ini, Pemkab Kubu Raya menargetkan kolaborasi kuat antara pemerintah, perusahaan, dan pemangku kepentingan lain untuk menciptakan industri sawit yang ramah anak. (sya)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar