eQuator, KETAPANG - Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar Silaturahmi Akbar sekaligus Halal Bihalal pasca Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (17/04/2026) di Pendopo Bupati Ketapang. 

 

Kegiatan yang dihadiri seluruh pihak di Kabupaten Ketapang tersebut dilaksanakan dalam rangka merajut kebersamaan dan mewujudkan Ketapang maju dan mandiri. 

 

Suasana yang berlangsung penuh keharmonisan itu pun turut dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim, dan masyarakat pra sejahtera sebagai bentuk kepedulian sosial Pemerintah Daerah. 

 

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo dalam sambutannya mengatakan bahwa menjaga keharmonisan dan memperkuat sinergi lintas elemen dalam membangun daerah penting dilakukan. 

 

"Saya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pemimpin daerah periode sebelumnya, termasuk mantan Bupati dan Sekda yang turut hadir. Ini bukti bahwa kita selalu bersinergi," kata Apex. 

 

Menurut Bupati, kegiatan silaturahmi ini sengaja dikemas secara sederhana, namun tetap sarat makna. Esensi utamanya adalah mempererat rasa kekeluargaan di tengah masyarakat.

 

“Saya menginginkan acara ini penuh kekeluargaan. Walaupun tidak seperti tahun lalu yang lebih terbuka, yang terpenting adalah semangat dan maknanya,” ujarnya. 

 

Dia memastikan, kegiatan serupa akan dijadikan agenda rutin tahunan, sekaligus sebagai ruang komunikasi antara Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat.

 

Alex berpendapat, melalui forum silaturrahmi dapat mempermudah pembangunan Ketapang. Terlebih pembangunan tidak hanya dibebankan kepada pemerintah daerah semata, melainkan harus dilakukan secara bersama-sama melalui semangat gotong royong.

 

“Ketapang ini milik kita semua. Kita hidup di Tanah Kayong yang sama, menginjak tanah yang sama. Maka sudah sepatutnya kita bersama-sama membangun daerah ini,” tuturnya. 

 

Ia menegaskan bahwa Ketapang merupakan Rumah Besar bagi seluruh masyarakat, tempat membangun kehidupan sekaligus mempersiapkan masa depan generasi mendatang.

 

Karena itu, dirinya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengangkat kembali marwah Tanah Kayong dan kebesaran Tanjungpura, agar Ketapang semakin diperhitungkan di tingkat regional maupun nasional.

 

Dalam kesempatan itu pula, Bupati juga menyinggung langkah strategis pemerintah daerah, termasuk upaya memperjuangkan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) sebagai solusi percepatan pembangunan.

 

Dia mengungkapkan bahwa, usulan telah mendapat persetujuan dari DPRD Provinsi dan Gubernur Kalimantan Barat, serta telah diajukan kepada pemerintah pusat.

 

“Kita optimistis, walaupun ini berat, perjuangan tidak boleh berhenti. Kita yakin ke depan akan ada progres dan respon dari pemerintah pusat,” timpalnya. 

 

Selain meyunggung soal DOB, ia tak menampik jika pembangunan di Kabupaten Ketapang menghadapi tantangan besar, mengingat luas wilayahnya yang hampir setara dengan Provinsi Jawa Barat.

 

Kondisi tersebut membutuhkan dukungan anggaran yang signifikan. Terlebih di tengah kebijakan efisiensi keuangan yang juga dirasakan oleh berbagai daerah

 

"Namun demikian, pemerintah daerah tidak akan menyerah dan terus mencari solusi. Salah satunya melalui kolaborasi dan gotong royong, termasuk dengan melibatkan dunia usaha," tambahnya. 

 

Menutup sambutannya, Bupati berharap silaturahmi seperti ini dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Tidak hanya dalam forum formal, tetapi juga melalui berbagai pertemuan dan diskusi ke depan.

 

“Saya mohon saran dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Karena sekali lagi, membangun Ketapang bukan saya sendiri, tetapi kita bangun bersama,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Bupati Ketapang Periode 2016 - 2025, Martin Rantan menyebut momentum Halal bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi memperkuat komitmen bersama dalam mendorong kemajuan dan Pembangunan berkelanjutan di Ketapang.

 

"Pemerintah Daerah harus mampu menyusun perencanaan yang strategis, adaptif dan terukur, dengan memprioritaskan program-program yang mendesak dan berdampak langsung kepada masyarakat," harap Martin. (dul)