EQUATOR, KETAPANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto menghadiri pembukaan Festival Syair Gulung Tanah Kayong Tahun 2026 yang diadakan di Keraton Matan Tanjungpura, Jumat (21/05/2026).

 

Acara budaya yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Lawang Kekayun Negeri Matan Tanjungpura berlangsung meriah dan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, budayawan, organisasi kemasyarakatan, kepala OPD, pelajar, hingga masyarakat umum.

 

Dalam sambutan tertulis Bupati Ketapang,  yang dibacakan Sekda Repalianto Pemerintah Kabupaten Ketapang memberikan apresiasi atas diselenggarakannya festival sebagai bentuk kerjasama dalam melestarikan budaya daerah, khususnya tradisi Melayu di Kabupaten Ketapang.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, kami menyambut baik dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua panitia, komunitas seni budaya, para seniman, budayawan, serta semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini,” ujar Repalianto.

 

Festival Syair Gulung Tanah Kayong tahun ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana. Selain sebagai tempat pelestarian budaya, festival ini juga disertai upaya memecahkan Rekor MURI melalui pembentangan Syair Gulung sepanjang kurang lebih 150 hingga 160 meter.

 

Menurut Repalianto, Syair Gulung bukan hanya sekadar seni bertutur, melainkan warisan budaya Melayu yang menyimpan nilai moral, pendidikan karakter, dan nasihat kehidupan, serta semangat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat.

 

“Di dalam setiap bait syair terdapat kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur sebagai pedoman hidup bermasyarakat,” katanya.

 

Ia menilai, di tengah arus modernisasi dan perkembangan zaman yang cepat, pelestarian budaya lokal menjadi tantangan bersama. Oleh karena itu, festival budaya seperti ini dianggap sangat penting sebagai sarana pendidikan dan pewarisan budaya kepada generasi muda.

 

“Anak-anak muda harus menjadi pelaku utama dalam menjaga dan mengembangkan budaya lokal agar tetap hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya,” lanjutnya.

 

Selain aspek pelestarian budaya, Sekda juga menilai festival tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung promosi pariwisata daerah. Kekayaan seni dan budaya yang ada di Kabupaten Ketapang dinilai mampu menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas daerah.

 

“Budaya yang kuat akan menjadikan daerah kita memiliki identitas yang solid dan bersaing,” ucapnya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 mengatakan festival ini merupakan bagian dari upaya menjaga dan mewariskan tradisi Syair Gulung kepada generasi muda.

 

Ia menjelaskan, rangkaian acara festival tidak hanya berfokus pada pembacaan Syair Gulung, tetapi juga diisi berbagai kegiatan budaya dan perlombaan seperti lomba mewarnai tingkat PAUD dan SD, lomba kasidah, sayembara memanah, hingga permainan tradisional gasing.

 

“Festival ini bukan hanya milik Perkumpulan Lawang Kekayun atau Keraton Matan Tanjungpura, tetapi milik seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang,” ujarnya. (Mi)