eQuator, KETAPANG – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Ketapang terus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

 

"ASN harus menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama," minta Alex saat memimpin apel gabungan ASN, Jumat (17/04/2026) kemarin. 

 

Alex menegaskan bahwa setiap ASN dituntut untuk bekerja secara optimal, profesional dan berintegritas tinggi. ASN harus memiliki mentalitas sebagai pelayan masyarakat.

 

"Orientasinya bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi bagaimana memberikan kepuasan melalui pelayanan yang responsif, tidak diskriminatif dan berorientasi pada kebutuhan rakyat,” tegasnya. 

 

Bupati pun memberikan perhatian khusus terhadap kualitas pelayanan di sejumlah perangkat daerah, terutama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

 

Ia meminta agar layanan administrasi kependudukan, seperti pembuatan e-KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga pengurusan pindah domisili, dapat dilakukan secara maksimal tanpa mempersulit masyarakat.

 

Selain itu, sektor kesehatan juga menjadi sorotan. Dia mengingatkan agar rumah sakit di Ketapang benar-benar memberikan pelayanan terbaik. 

 

“Rumah sakit harus menjadi tempat yang menyehatkan. Orang yang datang kondisi sakit harus pulang dalam keadaan sehat. Namun yang paling utama adalah pelayanan dan kebersihan,” tegasnya.

 

Selanjutnya pada sektor pendidikan, dirinya menyoroti kedisiplinan tenaga pendidik. Sebab ia mengaku menerima laporan terkait adanya ASN yang tidak menjalankan tugas mengajar dengan baik. 

 

"Untuk itu, saya minta Dinas Pendidikan agar memberikan teguran kepada pegawai yang tidak melaksanakan tugas secara optimal," ujarnya. 

 

Bupati juga menginstruksikan kepada para kepala desa, camat, dan dinas teknis untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah, khususnya terkait kewajiban perusahaan dalam mengutamakan tenaga kerja lokal. 

 

Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah melalui semangat gotong royong. (dul)