EQUATOR, KUBU RAYA – Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Sulyadi (41), korban yang diduga diterkam buaya di perairan Dusun Karang Anyar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Senin (29/06/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, mengatakan pada hari ketujuh operasi, tim SAR gabungan kembali melaksanakan pencarian sejak pukul 06.00 WIB dengan melakukan penyisiran permukaan sungai hingga radius enam mil laut dari lokasi kejadian.
"Selama tujuh hari pelaksanaan operasi, tim telah berupaya maksimal melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian, namun korban belum berhasil ditemukan," ujar Junetra.
Pada pukul 16.00 WIB, setelah dilakukan koordinasi dan evaluasi bersama pihak keluarga serta seluruh unsur SAR yang terlibat, disepakati untuk menghentikan operasi pencarian dengan hasil nihil dan korban dinyatakan hilang.
"Apabila di kemudian hari terdapat informasi atau tanda-tanda keberadaan korban, maka Operasi SAR akan dibuka kembali," tambahnya.
Selanjutnya pada pukul 16.30 WIB, Search Mission Coordinator (SMC) mengusulkan penutupan Operasi SAR dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Diberitakan sebelumnya, Suryadi diterkam buaya saat sedang memancing di perairan Dusun Karang Anyar, Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Senin (22/06/2026). Saksi Abdul Wahab sekira pukul 16.00 WIB berangkat menggunakan sampan robin dari Desa Sungai Kerawang menuju lokasi Tanjung Bakau dengan maksud mengantarkan pasokan minyak dan rokok untuk korban. Di lokasi kejadian, korban terlihat sedang berada di atas sampan robin seorang diri. Jarak antara Abdul Wahab dan korban saat itu sangat dekat, hanya berkisar kurang lebih 20 meter.
Selain itu, di sekitar lokasi juga terdapat Pitung yang menggunakan sampan robin berbeda. Sekira pukul 17.00 WIB, sebuah pemandangan mengerikan terjadi tepat di depan mata Abdul Wahab dan Pitung. Tiba-tiba, di antara posisi sampan robin milik korban dan sampan robin Pitung, muncul seekor buaya berukuran besar. Predator tersebut langsung menerkam dan menyambar tubuh korban. Dalam sekejap mata, korban langsung diseret masuk ke dalam air.
Abdul Wahab dan Pitung tidak sempat berupaya keras melakukan pencarian di sekitar titik terkaman. Namun, keterbatasan alat dan kondisi alam membuat upaya awal tersebut nihil. Mengingat kondisi hari kian gelap dan demi menghindari risiko keselamatan, kedua saksi memutuskan kembali ke perkampungan di Desa Sungai Kerawang. Mereka langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batu Ampar sekaligus meminta pertolongan darurat kepada warga setempat. (m@nk)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar