EQUATOR, KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan ini sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto mengatakan GPM di Desa Kapur merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya digelar di Desa Rasau Jaya I. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
"Hari ini kita melaksanakan launching Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Ini merupakan kegiatan kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Rasau Jaya I. Insyaallah kegiatan seperti ini akan terus berlanjut di desa-desa lainnya," ujarnya saat menghadiri sekaligus meluncurkan Gerakan Pangan Murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian di halaman Kantor Desa Kapur, Jalan Raya Kapur, Kamis (09/07/2026) pagi.
Ia menjelaskan, paket pangan murah yang disediakan terdiri atas beras, minyak goreng, dan gula dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Selisih harga yang mencapai sekitar Rp21 ribu per paket diharapkan mampu meringankan beban masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan.
"Tujuan utama kegiatan ini tentu untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah. Selain itu, Gerakan Pangan Murah juga menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mengendalikan inflasi di Kabupaten Kubu Raya," kata Wabup disapa Sukir ini.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya secara rutin memantau perkembangan harga bahan pokok dan melaporkan kondisi inflasi kepada pemerintah pusat melalui rapat koordinasi mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri.
"Setiap minggu kami mengikuti rapat bersama Kemendagri untuk melaporkan perkembangan inflasi daerah. Alhamdulillah sampai saat ini harga-harga kebutuhan pokok di Kubu Raya masih relatif stabil. Namun apabila terjadi lonjakan harga, pemerintah akan segera mengambil langkah-langkah untuk menstabilkannya kembali," ungkapnya.
Ia menyebut sejumlah komoditas yang menjadi perhatian pemerintah antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, telur, cabai, serta kebutuhan pokok lainnya yang berpengaruh terhadap tingkat inflasi.
"Kami terus menjaga agar harga komoditas strategis tetap terkendali, karena kebutuhan pokok inilah yang paling berpengaruh terhadap kondisi masyarakat," tegasnya.
Sukir juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan para donatur yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kekuatan dalam memperluas manfaat Gerakan Pangan Murah bagi masyarakat.
"Alhamdulillah kegiatan ini mendapat dukungan dari para agen, donatur, hingga pihak swasta. Bahkan masyarakat juga dapat menikmati makanan gratis yang disediakan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, bahkan kalau memungkinkan bisa dilaksanakan setiap bulan di desa-desa yang berbeda," harapnya.
Lebih lanjut, Sukir menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang sejalan dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus memperkuat sektor pertanian melalui penyediaan sarana produksi dan peningkatan teknologi pertanian.
"Kami terus memprogramkan berbagai langkah untuk memperkuat ketahanan pangan, mulai dari penyediaan pupuk, bibit unggul, hingga pestisida. Bahkan ada tawaran teknologi pertanian terbaru yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil panen masyarakat. Ini akan terus kami dorong agar sektor pertanian Kubu Raya semakin maju," jelasnya.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini adalah meningkatnya minat masyarakat terhadap sektor perkebunan, sehingga perlu edukasi agar sektor pertanian pangan tetap menjadi perhatian bersama.
"Kita ingin masyarakat tetap melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan. Pemerintah akan terus memberikan pendampingan dan dukungan agar produktivitas pertanian semakin meningkat dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga," pungkasnya. (sya)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar