EQUATOR, KUBU RAYA — Komitmen mewujudkan generasi emas Indonesia dimulai dari ruang-ruang belajar paling dasar. Karena itu, pendidikan anak usia dini (PAUD) kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kubu Raya seiring masuknya PAUD dalam program wajib belajar 13 tahun. Hal itu disampaikan Bupati Kubu Raya Sujiwo saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Bunda PAUD Kecamatan dan Desa di Hotel Dangau Kubu Raya, Kamis (18/06/2026).
Bupati Sujiwo menegaskan keberadaan PAUD sangat strategis dalam sistem pendidikan nasional. Terlebih PAUD kini menjadi bagian dari wajib belajar 13 tahun, sehingga perhatian terhadap PAUD tidak lagi bisa dipandang sebelah mata.
"Sebagaimana kita ketahui bersama, hari ini anak-anak harus wajib belajar sampai 13 tahun. Dan PAUD masuk di dalam wajib belajar. Karena PAUD masuk dalam wajib belajar, maka menjadi atensi yang besar," kata Sujiwo.
Menurut Sujiwo, penguatan peran Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan desa menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan layanan pendidikan anak usia dini dapat menjangkau seluruh wilayah Kubu Raya. Ia menjelaskan Bunda PAUD kecamatan dan desa punya posisi strategis karena melekat pada peran sosial keluarga pemimpin wilayah. Karena itu, keterlibatan mereka bukan semata menjalankan program pemerintah, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat.
"Kenapa harus Bunda PAUD tingkat kecamatan? Karena Bunda PAUD tingkat kecamatan adalah istri Pak Camat. Kenapa harus Bunda PAUD tingkat desa? Karena Bunda PAUD tingkat desa adalah istri Pak Kades," ujarnya.
Sujiwo menilai amanah sebagai Bunda PAUD harus dijalankan dengan penuh keikhlasan. Sebab, tugas sebagai Bunda PAUD bukanlah jabatan yang berorientasi pada imbalan finansial, melainkan dedikasi untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
"Karena apa? Konsekuensi dari amanah suami. Jadi tidak ada honor. Ini bentuk pengabdian. Ini bentuk daripada apresiasi terhadap suami. Bentuk daripada cinta kepada Ibu Pertiwi," tuturnya.
Pada kesempatan itu, Sujiwo juga menyoroti kondisi para tenaga pendidik PAUD yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan anak usia dini di Kubu Raya. Ia mengakui masih terdapat tantangan besar terkait dukungan kesejahteraan bagi para guru PAUD. Meski di tengah keterbatasan fiskal daerah, dirinya memastikan pemerintah daerah akan berupaya mencari ruang anggaran agar para guru PAUD tetap mendapatkan perhatian.
"Dengan kondisi keuangan seperti sekarang ini, ya saya akan upayakan semaksimal mungkin, paling tidak kita bisa menganggarkan untuk mereka," ungkapnya. (sya)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar