• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Rabu, Februari 11, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Berita Daerah Pontianak

Tarian Kemilau Khatulistiwa, Pontianak Raih Juara III Indonesian International Arts Festival

by equator
Minggu, 11 Mei 2025 16:47
in Pontianak
0
0
SHARES
0
VIEWS
Penampilan Tarian “Pesona Pontianak Kemilau Khatulistiwa” mengantarkan Kota Pontianak meraih Juara III Penampilan Terbaik pada Indonesian International Arts Festival APEKSI 2025 di Surabaya. (Foto: Prokopim Pontianak)

EQUATOR, Surabaya – Di tengah gemerlap lampu panggung Grand City Surabaya, tarian yang mengusung tema “Pesona Pontianak Kemilau Khatulistiwa” berhasil memukau para juri dan penonton pada gelaran Indonesian International Arts Festival yang digelar dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2025.

Kota Pontianak berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara III Penampilan Terbaik, bersaing dengan delegasi dari 98 kota se-Indonesia yang turut berpartisipasi dalam festival bergengsi tersebut.

“Ini adalah bukti bahwa kesenian dan budaya Pontianak mampu bersaing di kancah nasional,” ungkap Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Sabtu (10/05/2025).

Tarian yang dibawakan oleh 10 penari diiringi 7 pemusik dan seorang penyanyi tersebut berhasil menghipnotis penonton dengan perpaduan gerak yang menceritakan keindahan dan keunikan Kota Pontianak yang terletak tepat di garis khatulistiwa.

“Kita sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi tim kesenian yang telah membawa nama Pontianak ke pentas nasional. Prestasi ini tidak lepas dari dukungan semua pihak yang terlibat,” katanya.

Penghargaan berupa piala dan piagam diserahkan langsung oleh Direktur Eksekutif Apeksi Pusat Alwis Rustam kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pontianak Iwan Amriady, dalam acara penutupan Indonesia City Expo yang berlangsung meriah.

Wali Kota Edi Kamtono juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan dan melestarikan kesenian daerah sebagai bagian dari upaya mempromosikan pariwisata dan budaya Kota Pontianak.

“Ini bukan hanya sekadar prestasi di bidang kesenian, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya Kota Pontianak kepada masyarakat luas,” ucapnya.

Koordinator Tim Kesenian Kota Pontianak Wasis menjelaskan, tarian yang dibawakan oleh penari menggambarkan Pontianak sebagai kota yang terletak tepat di garis khatulistiwa, dengan perpaduan harmonis antara cahaya, warna dan kekayaan budaya.

“Kami ingin menampilkan esensi Pontianak yang sesungguhnya, sebuah kota yang bersinar dengan keunikan geografis dan kekayaan budayanya,” jelasnya.

Wasis bilang, penampilan tersebut dirancang untuk menyuguhkan destinasi budaya dan wisata unggulan Kota Pontianak dalam satu kesatuan pertunjukan yang memukau.

“Kami menghadirkan landmark-landmark ikonik Pontianak yang menjadi kebanggaan masyarakat,” tuturnya.

Salah satu sorotan utama dalam penampilan adalah representasi Tugu Khatulistiwa yang tampil megah, menegaskan identitas geografis unik Pontianak sebagai kota yang dilintasi garis khatulistiwa. Di samping itu, Keraton Kadriyah yang merupakan pusat peradaban Melayu juga hadir menambah kekayaan visual pertunjukan.

“Keberagaman etnis di Pontianak juga kami tampilkan melalui ornamen rumah adat Radakng yang mewakili kebudayaan Dayak,” terang Wasis.

Tidak ketinggalan, simbol spiritual berupa Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman turut menjadi bagian tak terpisahkan dari pertunjukan, melengkapi harmoni budaya yang diusung.

Menurut Wasis, kemilau busana tradisional, gerakan tari yang dinamis, serta motif-motif khas Pontianak menjadi elemen penting yang berhasil menggambarkan dinamika kota yang kaya akan nilai sejarah, seni, dan pariwisata.

“Semua elemen ditampilkan dalam cahaya yang menyala sebagai perwujudan Light Culture yang berpijar di tengah semesta,” tutupnya. (M@nk)

Next Post

Tipobet — resmi giriş 2025 canlı casino

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

TMMD ke-127 Dimulai, Bupati Ketapang Harap Percepat Pembangunan Desa dan Hidupkan Gotong Royong

Pemkot Pontianak teken MoU dengan BPJS, Perluas Perlindungan Jaminan Sosial

3 jam ago
TMMD ke-127 Dimulai, Bupati Ketapang Harap Percepat Pembangunan Desa dan Hidupkan Gotong Royong

Juhendro Resmi Jabat Ketua IDI Ketapang Masa Bakti 2023 – 2028

3 jam ago
TMMD ke-127 Dimulai, Bupati Ketapang Harap Percepat Pembangunan Desa dan Hidupkan Gotong Royong

TMMD ke-127 Dimulai, Bupati Ketapang Harap Percepat Pembangunan Desa dan Hidupkan Gotong Royong

3 jam ago
Kian Sehat dan Transparan, Investasi Kota Pontianak Tembus Rp 1,55 Triliun pada 2025

Dump Truk Vs Truk Tangki CPO di Trans Kalimantan, Sopir Meninggal Dunia

7 jam ago
Kian Sehat dan Transparan, Investasi Kota Pontianak Tembus Rp 1,55 Triliun pada 2025

Sekda Pontianak Tekankan Disiplin dan Profesionalisme ASN PPPK Paruh Waktu

7 jam ago

Trending

  • Peringati HPN 2026, AJK bersama STAI Al-Haudl Ketapang Gelar Workshop Jurnalistik untuk Mahasiswa dan Pelajar

    Peringati HPN 2026, AJK bersama STAI Al-Haudl Ketapang Gelar Workshop Jurnalistik untuk Mahasiswa dan Pelajar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 12 Finalis Bersaing di Kompetisi Inovasi Kota Pontianak 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Pontianak Jamin Stok dan Harga Kebutuhan Pokok Terkendali Jelang Perayaan Imlek dan Cap Go Meh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga BUMN Ini Resmi Dibubarkan Jokowi, Apa Saja dan Apa Alasannya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Pers Ketapang Puji Program “AJK Berbagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version